STUDI PENGARUH GAYA PASANG SURUT SEBAGAI PEMICU GEMPABUMI: STUDI KASUS GEMPABUMI M ≥ 6,4 DI INDONESIA ANTARA TAHUN 2001-2011
KRISTIAN PURWO NUGROHO, Dr.rer.nat Wiwit Suryanto
2011 | Tesis | S2 Ilmu FisikaTelah dilakukan studi awal korelasi pasang surut terhadap gempabumi dengan magnitudo (M ≥ 6,4) di wilayah Indonesia antara kurun waktu 2001-2011. Gaya pasang surut secara teoritis dihitung menggunakan program GOTIC2 yang dikembangkan oleh National Astronomical Observatory of Japan. Sebelum digunakan untuk memprediksi pasut, program GOTIC2 ini diuji dengan cara membandingkan dengan pengamatan gravitasi selama 10 hari yang diukur di gedung serbaguna Kantor Pekerjaan Umum, Jalan Kenari Yogyakarta (7° 47’ 55.14’’ dan 110° 23’ 16.41’’ BT, dengan elevasi 109,12 dpl). Data gempa bumi sebanyak 53 event dikorelasikan waktu kejadiannya dengan dengan pasang surut. Data pasang surut dihitung pada posisi hiposenter gempanya pada rentang waktu sebelum sampai sesudah terjadinya gempa bumi. Analisis dilakukan dengan menghitung sudut fase pasang surut pada saat terjadinya gempa. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa 87% gempa-gempa yang menjadi obyek penelitian terjadi pada saat gaya pasang surutnya maksimum (sudut fase pasang surutnya terletak diantara -90o – 90o). Hal ini memperkuat indikasi bahwa gaya pasang surut dapat memicu terjadinya gempa bumi. Lebih jauh, dari hasil studi menggunakan tes statistik diperoleh indikasi bahwa gempa Yogyakata M = 6,4 dipicu oleh gaya pasang surut.
A preliminary study have been carried out to observe the influence of the tidal force as a trigger for earthquakes with magnitude M ≥ 6.4 in Indonesia from 2001 to 2011. Tidal force was calculated by using Gotic2 program developed by the National Astronomical Observatory of Japan. The GOTIC2 program was tested by comparing it’s result with the observed gravity data for 10 days at Jalan Kenari Yogyakarta (7° 47 '55.14'' S and 110° 23' 16:41'' E, with elevation 109.12 m above sea level). 53 earthquakes events were studied to correlate with tidal force by calculating the tidal phase angle at the time of the earthquake happen. From this study it is found that 87% of earthquakes at the time of maximum tidal force. This support the indicated that tidal force can trigger earthquakes. For the analysis shows that M = 6.4 Yogyakarta at 26 Mei 2006 was triggered by tidal effect.
Kata Kunci : indikasi, gaya pasut, gempabumi dipicu pasut, sudut fase pasut