EVALUASI TEKNIS DAN PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
Ade Komala Sari, Dr.-Ing. Ir. Andreas Triwiyono
2011 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sarana PrasarnRusunawa merupakan perumahan yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang memerlukan pengelolaan, agar tetap layak huni. Pengelolaan akan mempengaruhi kondisi fisik bangunan dan kepuasan penghuni yang tinggal di Rusunawa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknis yaitu arsitektur, mekanikal dan elektrikal Rusunawa Kabupaten Sleman, penelitian ini mengevaluasi pengelolaan Rusunawa yang telah berjalan dan menilai tingkat kepuasan penghuni terhadap kinerja pengelola dalam mempertahankan kualitas hunian agar tetap layak huni. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada pengelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan penghuni Rusunawa Sleman yang terdapat di Dabag, Gemawang dan Mranggen. Total sampel yang diambil pada responden pengelola terdiri dari 12 orang dan responden penghuni adalah 250 orang dengan rincian 120 orang di Rusunawa Dabag, 30 orang di Mranggen, dan 100 orang di Gemawang. Pengambilan sampel dari populasi berdasarkan metode simple random sampling yaitu dilakukan secara acak. Metode Chi kuadrat untuk mengolah hasil responden pengelola, dan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengolah hasil data penghuni. Setelah data diperoleh maka dilakukan analisis deskriptif digunakan perhitungan excel dan analisis statistik digunakan SPSS kemudian hasil analisis ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan persepsi pengelola yang terdiri dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan utama, jabatan dan masa kerja terhadap standar mutu pemeliharaan Rusunawa yang telah berjalan telah sesuai dengan standar mutu pemeliharaan yang berlaku. Semakin tinggi pendidikan dan jabatan pengelola maka penilaian standar mutu pemeliharaan yang berlaku saat ini semakin rendah. Terdapat 10 item pemeliharaan yang merupakan penentu kepuasan penghuni maka prioritas utama yang harus ditingkatkan kinerjanya adalah pemeriksaan kinerja alat pemadam kebakaran/ fire alarm, kelancaran saluran pembuangan air limbah dan saluran air bersih dan kondisi kran air yang ada di kamar mandi/ WC umum/ musholla. Persepsi penghuni terhadap pemenuhan standar mutu Rusunawa termasuk cukup baik dengan skor 2,62 sedangkan persepsi penghuni terhadap operasional pemeliharaan Rusunawa menunjukkan kinerja operasional termasuk cukup cepat dengan skor 3,32.
Rusunawa Sleman is housing intended for low-income communities, which requires management, in order to keep it liveable. Management will affect the physical condition of buildings and the satisfaction of occupants living in Rusunawa. This study aims to determine the technical implementation of architecture, mechanical and electrical at the Rusunawa district Sleman, this study evaluates existing management and assess the level of occupant satisfaction on performance management in maintaining the quality of housing to remain livable. The study was conducted by distributing questionnaire to the staff of Technical Implementation Unit and Rusunawa occupants in Dabag, Gemawang and Mranggen. Total samples taken on the management respondents consisted of 12 people and occupants respondents were 250 people with the details of 120 people in Dabag, 30 people in Mranggen and 100 people in Gemawang. Sampling of the population by simple random sampling method is done randomly. Chi square method to process the results of the management respondents, and methods of Importance Performance Analysis (IPA) to process occupants data. After the data obtained and used descriptive analysis excel calculation and statistical analysis used SPSS then analyze the results displayed in tables and graphs. The results showed that perception of management consisting of age, gender, education level, main occupation, job title and working period to the quality standards of existing maintenance be already appropriate for applicable quality standards of maintenance. If education and job title be higher so standards quality of maintenance will be lower. There are 10 items of maintenance which is a determinant of occupant satisfaction a top priority that should be improved performance is a inspection of fire extinguishers/ fire alarm, the fluency drainage of waste and water supply and condition the faucet in the bathroom/ toilet/ mosque. Occupant perceptions of the fulfillment of quality standards including quite well with a score of 2.62, while the perception of occupants indicate the operational performance of maintenance operations including quite rapid with a score of 3.32.
Kata Kunci : Pemeliharaan Rusunawa, kepuasan penghuni, Importance Performance Analisys