Laporkan Masalah

PEMODELAN ZONASI TAMAN NASIONAL MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

NOVIE TRIONOADI,S.Si, Dr. Senawi, MP

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Studi ini bertujuan untuk memformulasikan data spasial berdasarkan pedoman zonasi taman nasional, menyusun ModelBuilder zonasi taman nasional dan menganalisis Zonasi Taman Nasional Bali Barat dengan hasil analisis menggunakan ModelBuilder. Dilakukan identifikasi data spasial yang dapat merepresentasikan persyaratan zona berdasarkan pedoman zonasi taman nasional. Data spasial hasil identifikasi dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu ; data spasial sebagai faktor utama penyusun model zonasi dan data spasial sebagai faktor pembentuk faktor utama. Model disusun berdasarkan kedua faktor tersebut, analisis keluaran model dilakukan dengan mengoverlaykan zonasi tatabatas dengan zonasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data spasial model adalah batas luar taman nasional, lereng, penutupan lahan, sebaran satwa endemik dan sebaran flora dan fauna langka lainnya. Sedangkan data spasial sebagai faktor pembentuk faktor utama adalah data spasial iklim, jenis tanah, ketinggian, penutupan lahan dan lokasi yang membentuk data spasial satwa endemik dan potensi flora dan fauna dilindungi lainnya di dalam taman nasional. ModelBuilder yang dibuat pada penelitian ini adalah model sebaran satwa endemik, model potensi flora dan fauna lainya di TNBB, model zonasi taman nasional, dan model analisis keluaran zonasi taman nasional. Kesesuaian zona inti seluas 2.657,15 Ha atau sebesar 37, 05%, untuk zona rimba seluas 2.443, 60 Ha atau sebesar 46,25 % untuk zona budaya seluas 22,96 Ha atau 49,08 % dan untuk zona pemanfaatan sebesar 1.426, 05 Ha atau sebesar 76,05 %.

This study intended to formulate spatial data based on zoning guidance of national park, arrange ModelBuilder of the national park zoning and analyze the Zoning of West Bali National Park (TNBB) with results of analysis using ModelBuilder. Spatial data representing zone requirements based on zoning guidance of the national park were identified. Spatial data of identification results were classified into 2 (two) types: spatial data as main factor of zoning model arrangement and spatial data as factor of main factor formation. Models were arranged based on both factors; output models were analyzed by overlaying border zoning with model zoning. Results of study indicated that the spatial data of models were outer border of the national park, slopes, land cover, endemic fauna and flora distributions, and other scarce fauna. While spatial data as factor of main factor formation were spatial data of climate, types of soil, height, land cover and location forming spatial data of endemic fauna and other protected flora and fauna potentials in the national park. ModelBuilder made in this study was models of endemic fauna distribution, other flora and fauna potentials in TNBB, zoning models of national park, and analytic model of zoning output of national park. Core zone consistence widths were 2,657.15 ha or 37.05% indicated that 2,443.60 ha or 46.25% for jungle zone; 22.96 ha or 49.08% for cultural zone; and 1.426.05 Ha or 76.05% for use zone.

Kata Kunci : Zonasi - ModelBuilder - Taman Nasional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.