Laporkan Masalah

AKTOR LOKAL DAN ODA JEPANG (Analisis Tentang Interaksi dan Tindakan Politik Aktor Yang Terkait Dengan ODA Jepang Dalam Kasus Relokasi dan Pembangunan Infrastruktur Kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Di Propinsi Sulawesi Selatan)

Arief Wicaksono, S.IP., Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Studi ini membahas tentang interaksi dan perilaku politik aktor lokal yang terlibat dalam upaya mendatangkan bantuan ODA JEpang untuk merelokasi dan membangun kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di Propinsi Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan metode kualitatif, riset ini menemukan bahwa desentralisasi sangat mempengaruhi dan menentukan terbentuknya kepentingan, melalui sebuah jaringan koalisi strategis yang menciptakan, baik pada tingkatan nasional di pusat, maupun di itngkat daerah, terutama kebijakan untuk melibatkan bantuan asing adalam pembangunan yang dilaksanakan daerah. Studi ini juga menjelaskan bagaimana ODA Jepang sebagai sebuah bentuk bantuan asing untuk pembangunan, memiliki relevansi dengan keberadaan jaringan strategis tertentu yang terbingkai dalam struktur politik domestik. Hasil komparasi keberadaan ODA Jeoang di Indonesia, sebelum dan sesudah reformasi, memperlihatkan bahwa pasca rezim IGGI/CGI, lahirnya kebijakan pembangunan yang melibatkan ODA Jepang tidak lagi berasal dan ditentukan dari interaksi politik yang terjadi dalam sidang yang terkait, tetapi lebih bersumber pada kesepakatan-kesepakatan bisnis yang terjadi antar aktor Jepang dan Indonesia. Dengan kata lain, terdapat celah institusional yang mendasar, yang semakin memudahkan aktor lokal untuk dapat lebih berimprovisasi dalam memaksimalkan keuntungannya lewat ODA Jepang yang masuk ke Indonesia. Studi ini pada dasarnya memperkuat hasil studi sebelumnya yang menemukan bahwa kepentingan perdaganngan internasioanl sogo shosa, inheren dalam setiap ODA yang diberikan oleh Pemerintahan JEpang kepada banyak negara. Namun tidak seperti banyak studi yang dilakukan sebelumnya, studi ini membuktikan lebih jauh bahwa di era reformasi dan desentralisasi Indonesia saat ini kepentingan yang inheren tersebut dapat saling terkait dengan kepentingan bisnis dari sebuah kekuatan oligarki lokal untuk memonopoli pasar regional. Pada akhirnya, melalui kasus yang diangkat, studi ini menyimpulkan bahwa kebijakan melibatkan atau mendatangkan ODA Jepang untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, sangat terkait dengan hubungan patronase, jaminan rente, dan koalisi strategis yang terbangun berdasarkan etnis di daerah. Dominannya peran strategis Jusuf Kalla dalam kasus yang diangkat, relevan dengan kepentingan kelompok Hadji Kalla untuk memonopoli pasar Toyota di Indonesia Timur.

-

Kata Kunci : aktor, ODA Jepang, reformasi, desentralisasi, perilaku politik, interaksi, jaringan koalisi strategis, kalla, toyota


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.