Laporkan Masalah

Perbandingan Angka Keberhasilan Pemasangan Laryngeal Mask Airway Proseal (LMA-P) pada usaha pertama antara tehnik Jaw thrust dengan tehnik Standar digital

dr. I Gede Pastika, Dr. Bhirowo Yudo Pratomo, Sp.An. K.

2011 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Pendahuluan. Dimensi dan ukuran Laryngeal Mask Airway (LMA) Proseal yang lebih besar dan lebih lentur dibandingkan alat supraglotis sejenisnya, mengakibatkan pemasangannya menjadi lebih sulit. Dengan tingkat keberhasilan pada pemasangan pada percobaan pertama sekitar 80% menyebabkan penggunaan alat ini kurang memuaskan meskipun unggul dalam hal ventilasi tekanan positif, perlindungan jalan nafas dan dapat digunakan berulang kali. Penerapan tindakan jaw thrust dalam membuka jalan nafas sudah merupakan prosedur baku dalam penanganan jalan nafas, namun pengaruhnya terhadap keberhasilan pemasangan LMA Proseal belum diketahui sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa keberhasilan pemasangan LMA Proseal pada percobaan pertama dengan tehnik jaw thrust lebih tinggi dibandingkan dengan tehnik standar digital. Metode. Merupakan sebuah penelitian prospektif, randomized open trial yang telah dilakukan pada 80 orang pasien (ASA I atau II) yang menjalani operasi dengan anestesi umum. Pasien dilakukan randomisasi menjadi dua kelompok yang mendapatkan Tehnik standar digital sebagai kelompok S, dengan jumlah subyek 40 pasien dan Tehnik jaw thrust sebagai kelompok J, dengan jumlah subyek 40 pasien. Keberhasilan pemasangan pada percobaan pertama dibandingkan antara kedua kelompok. Pada penelitian ini dinilai juga kecepatan pemasangan LMA Proseal. Hasil. Keberhasilan pemasangan pada percobaan pertama didefinisikan sebagai terpasangnya LMA Proseal yang dinilai efektif untuk menjaga jalan nafas dengan sekali percobaan pemasangan, tidak memerlukan perbaikan posisi serta secara klinis ventilasi dapat terjadi dengan baik serta saturasi oksigen diatas 96%. Keberhasilan pemasangan pada percobaan pertama secara bermakna lebih besar pada kelompok jaw thrust (92,5%) dibandingkan dengan kelompok standar digital (72,5%) dengan (p<0,05). Kecepatan pemasangan LMA Proseal juga berbeda bermakana antara kelompok jaw thrust (6,15 ± 1,33) detik sedangkan pada kelompok standar digital sebesar 17, 25 ± 4,99 detik. Kesimpulan. Angka keberhasilan pemasangan LMA Proseal pada usaha pertama dengan tehnik jaw thrust (92,5%) lebih besar dibandingkan dengan tehnik standar digital (75%) dan secara statistik bermakna (p<0,05).

Background. Laryngeal Mask Airway (LMA) Proseal has bigger dimension and soft consistency compare with other supraglotic devices. This Characteristic allied to better sealing on positive pressure ventilation and airway protection but in the other hand the difficulties of it’s insertion is increase. With the first time successful insertion rate of 80% on digital standard insertion technic is not satisfied enough for such a quick and simple application devices. The application of jaw thrust on airway patency is well understood in anesthesiology field, but It’s effect on the succes of LMA Proseal insertion is not known. This study aim to test the hypothesis that the first attempt success rate of LMA Proseal insertion is higher in jaw thrust technic compared with digital standard technic. Methods. A prospective, randomized open trial study was performed in 80 healthy patients (ASA I or II) undergoing general anesthesia. Patients were randomly allocated into one of two groups to receive jaw thrust technic as group J, with subject of 40 patients and digital standard technic as group S, with subject of 40 patients. The first attempt success rate was compared between the groups. The speed of insertion were also assessed. Result. The first attempt success rate is defined as a succesfull insertion to maintain airway patency, with no repositioning and effective ventilation. First attempt success rate were significantly higer in jaw thrust technic (9.5%) than digital standard technic(72.5%)(p<0.05). The speed of insertion is significantly faster with jaw thrust technic (6.15 ± 1.33) seconds than digital standar (17. 25 ± 4.99) seconds. Conclusion. The First attempt success rate with jaw thrust technic insertion (92.2%), is higher than digital standard technic (75%) and statisticly significant (p<0.05).

Kata Kunci : Pemasangan LMA Proseal, Keberhasilan pemasangan pada usaha pertama, tehnik standar digital, tehnik jaw thrust.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.