Laporkan Masalah

PENGARUH KEPERCAYAAN TERHADAP NIAT MENGGUNAKAN PAYPAL

Ilsa Haruti Suryandari, SE., Prof. Dr. Jogiyanto Hartono, MBA, Ph.D.,

2011 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi

E-commerce memerlukan sistem pembayaran elektronik untuk mendukung transaksi tanpa batas. Terkait dengan ketiadaan transaksi tatap muka, kepercayaan sangat diperlukan dalam setiap transaksi e-commerce. Terlebih pada transaksi pembayaran secara elektronik, pelanggan akan dihadapkan pada risiko dan ancaman yang mungkin akan merugikan mereka secara finansial. Selanjutnya penelitian ini akan menyelidiki lebih lanjut bagaimana pengaruh kepercayaan terhadap niat untuk menggunakan Paypal. Sebagai variabel tambahan dimasukkan nilai persepsian dan risiko persepsian. Kami juga menambahkan privasi persepsian dan keamanan persepsian sebagai anteseden dari kepercayaan. Data penelitian berasal dari 161 responden yang dikumpulkan melalui jejaring sosial Facebook dan forum Adsense-id. Hasil analisis statistik memberikan beberapa kesimpulan. Pertama, kepercayaan dan nilai persepsian berpengaruh positif terhadap niat untuk menggunakan Paypal. Untuk itu, Paypal harus menyediakan pelayanan yang lebih baik dengan tetap mempertahankan biaya yang terjangkau dan menjaga kepercayaan pelanggan agar mereka semakin berminat untuk menggunakan Paypal. Kedua, kepercayaan juga berpengaruh positif terhadap nilai persepsian dan berpengaruh secara negatif terhadap risiko persepsian. Konsekuensinya, Paypal harus menjaga reputasi mereka untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Namun, risiko persepsian tidak berpengaruh terhadap niat untuk menggunakan Paypal dan nilai persepsian. Hal ini menunjukkan bahwa ketika pengguna internet membutuhkan Paypal, mereka cenderung mengabaikan risiko yang mungkin muncul pada saat transaksi. Ketiga, privasi persepsian dan keamanan persepsian berpengaruh positif terhadap kepercayaan. Dapat dilihat bahwa keamanan dan privasi merupakan faktor yang penting untuk membangun kepercayaan. Pada akhirnya, Paypal harus meningkatkan sistem keamanan dan kebijakan perlindungan privasi pelanggan untuk menarik perhatian lebih banyak pengguna internet agar beralih menggunakan Paypal.

E-commerce needs electronic payment systems to support borderless transactions. That face to face interaction is absent trust plays important role in every e-commerce transaction. Moreover in electronic payment transactions, customers will face various risks and threat that may cause financial lost. Therefore, this study explores how trust affects internet user’s intention to use Paypal. We put perceived value and perceived risk as additional variables. We also put perceived privacy and perceived security as antecedents of trust. The data are collected through 161 internet users who are members of Facebook and Adsense-id. The results of the statistical analysis provide several conclusions. First, trust and perceived value positively influence intention to use. Therefore, Paypal must provide better service in a reasonable fee and they must maintain their reputation to gain trust from internet users. Second, trust also positively influences perceived value and negatively influences perceived risk. Consequently, Paypal must maintain their reputation among users to get their trust. However, perceived risk does not influence intention to use and perceived value. This means that internet users tend to ignore risk that may occure during transaction using Paypal. Third, perceived privacy and perceived security influence trust. Thus, privacy and security are the most important thing to build trust among users. Finally, Paypal needs to improve their security systems and privacy protection program to attract more users.

Kata Kunci : Paypal, niat untuk menggunakan, kepercayaan, nilai persepsian, risiko persepsian, privasi persepsian, keamanan persepsian.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.