“I AM RELIGIOUS, IN MY OWN WAYâ€: OPRAH’S SPIRITUALITY FROM THE PERSPECTIVE OF EVERYDAY RELIGION
Yudith Listiandri, Dr. Elaine K. Swartzentruber
2011 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaSalah satu fenomena yang menarik untuk diamati dalam kehidupan beragama saat ini adalah semakin banyaknya orang yang mengaku dirinya “tidak religius, tetapi spiritualâ€. Dengan jaringan medianya, Oprah adalah salah satu di antara pembawa pesan-pesan spiritual yang patut diperhitungkan. Meskipun spiritualitasnya menjadi kontroversi dan disebut-sebut sebagai anti-gereja, dan meskipun program TV-nya, The Oprah Show, telah berakhir tahun 2010 lalu, banyak di antara penonton Oprah yang tetap mengikuti dan menerapkan pesan-pesan spiritual itu dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mempelajari fenomena ini lebih jauh, dibutuhkan cara pandang alternatif yang tidak melihat agama berdasarkan definisi-definisi, melainkan dengan melihat beragam realita kehidupan baik secara fisik, emosional, maupun sosial yang dapat dikategorikan dalam pengalaman “religiusâ€. Perspektif inilah yang disebut dengan “everyday religionâ€. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk dan praktik keber-agama-an dalam The Oprah Show dan pengaruhnya dalam kehidupan beberapa penonton Indonesia, sebagai studi kasus untuk menjelaskan fenomena keber-agama-an dari perspektif “everyday religionâ€. Penelitian ini menganalisis karakter keber-agama-an yang berbeda: dari segi bentuk (“bukan religius melainkan spiritualâ€), dari segi tempat (bukan dalam tradisi agama tertentu melainkan dalam aktivitas sehari-hari), dan dari segi otoritas (bukan menurut tokoh atau organisasi agama, melainkan menurut para penganutnya). Mempelajari spiritualitas Oprah juga dapat dilakukan dengan teori dan analisis media, tetapi tidak demikian dengan studi ini. Studi ini lebih menitikberatkan pada pesanpesan spiritual Oprah, dan bukan pada show-nya. Karena spiritualitas Oprah merupakan bagian dari realita sosial yang kita temui di masyarakat, studi ini akan meneliti pesan-pesan spiritual tersebut dan cara beberapa penonton Indonesia memaknainya dilihat dari perspektif “everyday religionâ€. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang salah satu sisi kehidupan keber-agama-an saat ini dimana terdapat kecenderungan orang untuk menyebut dirinya “tidak religius, tetapi spiritualâ€. Spiritualitas bagi Oprah adalah semacam kategori besar yang melingkupi berbagai jalan orang untuk menemukan jawaban atas pertanyaan besar mereka. Dalam spiritualitas, tersedianya banyak jalan akan membawa para pencari menuju kebebasan dan kedamaian. Spiritualitas menghormati subjektivitas individu untuk menentukan sendiri religiusitas mereka. Melalui berbagai topik dalam talkshow-nya, Oprah menekankan bahwa hal-hal yang religius tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, dan hal itulah yang membuat manusia lebih terhubung dengan dirinya sendiri. Temuan dalam studi ini menekankan bahwa pada akhirnya, agama bukan hanya sekumpulan doktrin atau teks-teks suci. Agama tidak dapat dipisahkan dari keberadaan manusia yang menganut dan mempraktikkannya, dan oleh karenanya pendapat para penganut dan konteks sosialnya penting untuk diperhitungkan. Akademisi yang mempelajari agama tidak boleh melupakan subjektivitas dan kemampuan individu untuk berimprovisasi dalam mempraktikkan agama.
An interesting phenomenon in people’s religious life today is that more and more people say they are “not religious, but spiritualâ€. Oprah is among many who propose that, and despite the controversy that her spiritual messages are antichurch, many viewers continue to follow and apply them in their lives, even after the show was over in the end of 2010. This phenomenon implies the need for an alternative perspective in seeing religion, the perspective to not look for religion by going with definition, but by looking into the wide range of physical, emotional, and social realities in people’s lives that can be categorized as “religious†experience, the perspective called “the everyday religionâ€. The aim of this research is to explore religious form and practice on The Oprah Show and how it influences Indonesian viewers’ lives, as a study case to explain religious phenomena from “everyday religion†perspective. The study analyzes a different type of religion in terms of form (“not religious but spiritualâ€), place (not in tradition but in media and popular culture), expression (not in formal rituals but in daily activities), and authority (not religious leader but one’s self). Evaluating Oprah’s spirituality can also be approached through media theory and analysis, but in this study, this is not the case. It emphasizes more on Oprah’s spirituality rather than her show. Given that Oprah’s spirituality seems to be a part of the social world we encounter today, this research will evaluate Oprah’s spiritual message and the way Indonesian viewers make meaning of it from the perspective of “everyday religionâ€. The result may illustrate today’s religious life where people tend to say that they are “not religious, but spiritualâ€. Spirituality, for Oprah, is the overarching umbrella of the diverse ways in which people might find the answer for their ultimate questions. In spirituality, many paths lead to spiritual freedom and peace. It values people’s subjectivity to define their own religiosity. Through different topic in her show, Oprah asserts that religious things are not apart from everyday life, and this makes people more connected to their self. The finding asserts that in the end, religion is not merely the collection of doctrines or sacred texts. It cannot be detached from the existence of human who performs the religion, therefore we should take the believers’ point of view and the social context into account. Religious scholars should not ignore the individual capacity to improvise the religious practices.
Kata Kunci : agama, spiritualitas, everyday religion