Laporkan Masalah

KAJIAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN DALAM MENGANTISIPASI BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010

ADITYA PURNOMO, S.IP., Dr. Wahyudi Kumorotomo

2011 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Ancaman erupsi Merapi tahun 2010 memiliki karakteristik aktivitas vulkanik yang meningkat dengan cepat dan berbeda dengan letusan sebelumnya, dengan demikian tidak mudah memprediksi waktu terjadinya letusan, intensitas, dan sebaran material vulkanik. Kesiapsiagaan dan antisipasi Pemkab Sleman mutlak diperlukan untuk memastikan respon yang efektif apabila terjadi bencana. Pada faktanya, kondisi kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi bencana bersifat dinamis, artinya dapat naik turun. Oleh karena itu, sangat diperlukan untuk memantau dan mengetahui kondisi kesiapsiagaan Pemkab Sleman dalam menghadapi bencana Merapi tahun 2010. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kesiapsiagaan Pemkab Sleman dalam mengantisipasi bencana erupsi Merapi tahun 2010 dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan. Untuk mencapai tujuan penelitian, penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Agar mendapatkan gambaran yang jelas, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemkab Sleman kurang siap dalam menghadapi bencana erupsi Merapi tahun 2010. Kondisi kurang siap tersebut dapat dilihat dari parameter sebagai berikut: Pemkab Sleman mengidentifikasi ancaman erupsi Merapi 2010 hanya berdasarkan karakteristik khas erupsi Merapi, sehingga tidak ada antisipasi letusan di luar kelaziman; rencana kontijensi bencana yang dibuat hanya memperhitungkan letusan dengan indeks VEI 3 dan tidak menjadi pedoman rencana operasi darurat bencana; sistem peringatan dini yang dimiliki Pemkab Sleman dalam kondisi tidak siap; dan terbatasnya kesediaan anggaran untuk membiayai persiapan menghadapi bencana Merapi. Ada tiga faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan Pemkab Sleman dalam menghadapi bencana Merapi, yaitu: kapasitas kelembagaan penanggulangan bencana Pemkab Sleman yang lemah, koordinasi Pemkab Sleman dengan stakeholder bencana yang terbatas, dan partisipasi masyarakat yang dalam taraf pengambilan konsensus dan kesepakatan bersama.

The 2010 Merapi Eruption has characteristic that show the increasing of vulcanic activities and different that its before. Therefore, it cannot easily predict the time of eruption, intensity and the spread of vulcanic materials. Sleman Regency’s disaster preparedness is needed to make sure the efective respon when the time of eruption come. The fact is the disaster preparedness of Sleman regency is up and down, its very dynamic. Therefore, its necessary to know, monitor and determine these preparedness. The study was conducted to determine how preparedness in anticipation of Sleman Regency to the 2010 Merapi eruption and the factors that influence preparedness. To achieve the purpose of research, the author uses descriptive method with qualitative approaches. In order to get a clear picture, data collection is done through in-depth interviews, observation, and study documentation. The results showed that the Regency of Sleman less prepared to face the 2010 Merapi eruption. These conditions can be seen from parameters as follows: The Sleman Regency 2010 identified the 2010 Merapi Eruption based only on the typical characteristic of Merapi eruption, so there is less anticipation of the eruption beside the norm; disaster contingency plans are made only with the index account for the eruption of VEI 3 and not be guidelines for disaster emergency operations plan; early warning systems in Sleman Regency have not prepared, and the limited suply of the budget to finance the preparedness. There are three factors that influence preparedness of Sleman Regency to face 2010 Merapi eruption, namely: the weak institutional disaster management capacity, the limited coordination with the disaster stakeholders, and community participation in making collective agreements and consensus.

Kata Kunci : kesiapsiagaan bencana, Kabupaten Sleman, erupsi Merapi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.