PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI LUARAN MATERNAL PASIEN PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA DI RSUP DR. SARDJITO, YOGYAKARTA TAHUN 2008-2009
HANIFAH, Prof. Dr. dr. H. Ibnu Pranoto, Sp And., SpOG(K)
2011 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSLatar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu faktor terjadinya morbiditas dan mortalitas ibu. Untuk kepentingan mengambil keputusan mengenai penanganan yang tepat terhadap kasus tersebut, maka dengan data yang tersedia kami mencoba mengevaluasi kelayakan membuat model prediksi. Tujuan: Untuk membuat model yang dapat memprediksi luaran maternal buruk pada preeklamsia berat dan eklamsia. Desain: Rancangan penelitian kohort retrospektif. Metode: Subyek penelitian yaitu kasus preeklamsia berat dan eklamsia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi selama 2 tahun (2008-2009) di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta. Besar sampel berdasarkan total sampling. Variabel penelitian terbagi menjadi 2: Prediktor untuk luaran buruk: usia, usia kehamilan saat datang, gravida, riwayat hipertensi, MAP, proteinuria, kreatinin, bilirubin total, MPV:trombosit, dan WBC. Gabungan luaran buruk: kematian ibu, renal failure, dan hipertensi. Selanjutnya variabel-variabel tersebut dianalisis statistik dengan regresi logistik biner ganda dan multinomial kemudian divalidasi dengan sensitivitas, spesifisitas, npp, npn, dan akurasi. Hasil: Di antara 274 wanita, 163 wanita (59,5%) mengalami gabungan luaran buruk (termasuk 3 kematian). Dari analisis statistik didapatkan model akhir yaitu: riwayat hipertensi β -0,566; Sig 0,092; Exp (B) 0,985, perubahan MAP β -0,015; Sig 0,005; Exp (B) 0,568, dan konstanta -0,579. Model tersebut mempunyai akurasi untuk memprediksi luaran maternal baik dan buruk 62% dengan hasil t hitung (12,78) > t tabel (1,645), sensitivitas 92,6% dan spesifisitas 17,1%, npp 61,2% dan npn 61,3%, dan nilai R 2 22,7% Kesimpulan: Pada penelitian ini, belum dapat dihasilkan formulasi model yang tepat untuk memprediksi luaran buruk tersebut.
Background: Preeclampsia is one of the factors of maternal morbidity and mortality. For the purposes of decisions making about the proper handling of this case, then with available data we tried to evaluate feasibility of making the prediction model. Objectives: To create a model can predict adverse maternal outcomes in severe preeclampsia and eclampsia. Design: Retrospective cohort study design. Methods: Subjects were severe preeclampsia and eclampsia cases who meet inclusion and exclusion criteria for 2 years (2008-2009) in DR. Sardjito Hospital Yogyakarta. Sample size was based on the total sampling. Research variables were: Predictors for adverse outcomes: age, gestational age at presentation, gravida, history of hypertension, MAP, proteinuria, creatinine, total bilirubin, MPV: platelet, and WBC. Combined adverse outcomes: maternal mortality, renal failure, and hypertension. Furthermore, these variables were analyzed statistically using multiple binary logistic regression and multinomial then validated with a sensitivity, specificity, ppv, npv, and accuracy. Results: Among 274 women, 163 women (59.5%) experienced adverse outcomes combined (including 3 deaths). The statistical analysis obtained the final model are: history of hypertension, β -0.566; Sig 0.092; Exp (B) 0.985, MAP changes; β -0.015; Sig 0,005; Exp (B) 0.568, and -0.579 constants. The model has an accuracy for predicting outcome 62%, t (12.78)> t table (1.645), sensitivity 92.6% and specificity 17.1%, ppv 61.2% and npv 61.3%, and R 2 22.7%. Conclusion: . In this study, not yet produced a precise formulation of the model to predict these adverse outcomes
Kata Kunci : Preeklamsia; luaran maternal buruk; model prediksi; analisis multivariat.