Laporkan Masalah

KHONGHUCU, SUKU DAN BISNIS ORANG-ORANG TIONGHOA DI YOGYAKARTA

Chandra Halim, Prof. Dr. Susetiawan

2011 | Tesis | S2 Sosiologi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis empat permasalahan yang diungkapkan, yaitu mengenai latar belakang hubungan antara bisnis dan nilai kesukuan dan kepercayaan (Khonghucu), karakter bisnis orangorang Tionghoa di Yogyakarta, pengaruh ajaran leluhur dalam hal ini Khonghucu yang membentuk karakter bisnis Tionghoa, dan Jaringan bisnis yang dibentuk oleh orang-orang Tionghoa di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi yang bertujuan untuk melihat, memahami dan menganalisis kehidupan masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Yogyakarta, khususnya mendeskripsikan mengenai karakter bisnis, sistem bisnis dan kaitan dengan ajaran Khonghucu yang berpengaruh terhadap kehidupan bisnis mereka. Adapun tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain melalui pengamatan di lapangan untuk mengumpulkan informasi awal khususnya pemilihan nara sumber yang layak dan sesuai dengan penelitian ini. Setelah Informasi awal diperoleh, maka dilanjutkan wawancara mendalam (Indepth interview) dengan memakai interview guide (terstruktur) sebagai panduan wawancara. Selain wawancara, juga dilakukan pengumpulan data dari sumbersumber tertulis seperti buku, koran, dan majalah. Keberadaan masyarakat Tionghoa di Yogyakarta, merupakan suatu tonggak penting bagi kelangsungan hidup sektor perekonomian kota ini. Mereka merupakan kelompok masyarakat yang heterogen dan terdiri dari berbagai macam suku, sehingga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Kepiawaian mereka dalam bidang ekonomi, tidaklah lepas dari nilai-nilai ajaran leluhur mereka dalam hal ini Khonghucu, jaringan kesukuan, dan tentunya tekanan politik yang ada dari pemerintahan yang berkuasa di Indonesia. Akibat adanya tekanan politik dari pemerintah yang memang mengarahkan Tionghoa untuk eksis hanya pada satu bidang, yakni ekonomi, maka membuat golongan ini terlihat mampu dan selalu eksis di dalam dunia perdagangan. Tekanan tersebut yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat Tionghoa untuk menjadikan mereka unggul dalam perdagangan, ditunjang dengan adanya nilai-nilai Khonghucu yang memang sengaja ditanamkan oleh leluhur mereka. Dari nilai-nilai Khonghucu inilah, Para pedagang Tionghoa mengolah bisnis mereka di segala sektor. Penerapan nilainilai Khonghucu pula yang turut serta membentuk jaringan bisnis masyarakat Tionghoa.

The research is aimed at describing and analyzing four problems; they are about background of the relationship between business and ethnic values and belief (Khonghucu), business character of Tionghoa (Chinese) in Yogyakarta, the influence of ancestors’ teaching, in this case Khonghucu forming Tionghoa business character, and the business network formed by Tionghoa in Yogyakarta. The method used in this research was qualitative method with descriptive approach purposing to see, comprehend and analyze Tionghoa’s life in Yogyakarta, especially to describe their business character, business system and the relationship with Khonghucu’s teaching possibly influencing their business life. Data collecting technique done in this research was through field observation to obtain prior information especially on the proper and valid sources. After the prior information had been got, the research was continued to do indepth interview using structured interview guide as the interview protocol. Beside interview, the researcher also got data from written sources like books, newspapers, and magazines. The existence of Tionghoa society in Yogyakarta is an important milestone toward the life persistence of economics field in this town. Tionghoa are a heterogenic society group consisting of various tribes, therefore they have different characteristics. Their competence in economic field is not apart from their ancestors’ values of teachings in this case Khonghucu, ethnic networks, and of course the political pressure from the reign of government in Indonesia. The impacts of political pressure from the government makes Tionghoa exist in one field, that is economic field, so it makes this society class looks being able to exist in trade world. The pressure then is used by Tionghoa community to make them superior in trading, supported with Khonghucu values which are on purpose taught by their ancestors. Based on these Khonghucu values, Tionghoa traders manage and run their business in any sectors. The application of Khonghucu values takes part in forming the business networks of Tionghoa society.

Kata Kunci : Ajaran Khonghucu, Organisasi kesukuan, Tionghoa.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.