Laporkan Masalah

KAJIAN ADSORPSI Cr(VI) OLEH ABU LAYANG AMPAS TEBU TERAKTIVASI H2O2

INDAYATMI, S.Pd, Prof. Dr. Sri Juari Santosa, M.Eng,

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi Cr(VI) pada abu layang ampas tebu teraktivasi H2O2. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aktivasi pada peningkatan ukuran pori, perubahan gugus fungsi, luas permukaan. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh pH, konsentrasi awal abu layang ampas tebu dan konsentrasi awal Cr(VI) pada adsorpsi Cr(VI). Penelitian diawali dengan pencucian abu layang ampas tebu dengan akuades dan selanjutkan aktivasi dengan H2O2 pada berbagai konsentrasi. Karakterisasi dilakukan dengan menggunakan spektroskopi inframerah untuk mengetahui keberadaan gugus fungsional dan analisis luas permukaan digunakan untuk mengetahui luas permukaan, jari-jari pori, total jumlah pori. Konsentrasi Cr(VI) yang ada di dalam larutan dianalisis dengan spektroskopi UV-Vis pada λmax 540 nm setelah pengkompleksan Cr(VI) menggunakan difenilkarbazida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivasi abu layang ampas tebu menggunakan H2O2 2 M mampu memperbesar luas permukaan dari 44,39 m2/g menjadi 46,60 m2/g, volume total pori dari 0,046 mL/g menjadi 0,054 mL/g, dan jari-jari pori rata-rata dari 19,60 Å menjadi 24,36 Å. Adsorpsi Cr(VI) pada abu layang ampas tebu teraktivasi optimum pada pH = 1,5 dengan kapasitas adsorpsi 0,991 mol/g, sedikit lebih besar daripada kapasitas adsorpsi ampas tebu tidak teraktivasi, yaitu sebesar 0,989 mol/g.

Study on the adsorption of Cr(VI) on H2O2 activated bagasse fly ash has been conducted. The study was directed to reveal the effect of activation on the enhancement of pore size and surface area as well as the effect of pH, initial weight of bagasse fly ash and initial concentration of Cr(VI). The study was initiated by washing bagasse fly ash with aquadest and then followed by activation using H2O2 at various concentrations. Characterization was performed using spectroscopy infrared to elucidate the existence of functional groups, and by using surface area analysis to quantifity surface area and pore radius. The concentration of Cr(VI) in solution was analyzed by using spectroscopy UV-Vis at λmax 540 nm after complexation of Cr(VI) with diphenilcarbazide. Result showed that the activation of bagasse fly ash with H2O2 2 M was able to enhance the surface area from 44,39 m2/g to 46,60 m2/g, volume of total pore from 0,046 mL/g to 0,054 mL/g, and average pore radius from 19,60 Å to 24,36 Å. Adsorption of Cr(VI) on bagasse fly ash was optimum at pH 1,5 with adsorption capacity 0,991 mol/g which was slightly higher than that of adsorption capacity of unactivated bagasse fly ash, i.e. 0,989 mol/g.

Kata Kunci : Abu layang ampas tebu, aktivasi, adsorpsi, H2O2, Cr(VI)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.