Laporkan Masalah

KEMITRAAN DAN KEPEMIMPINAN DALAM IMPLEMENTASI USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI KECAMATAN MENTAWA BARU KETAPANG

Nugroho Kuncoro Yudho, Drs. Suharman, M.Si.,

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik. Cara yang ditempuh adalah dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, meningkatkan derajat kesehatan peserta didik dan warga sekolah, serta menciptakan lingkungan yang sehat. Hingga saat ini, sekolah yang mempunyai sarana dan prasarana UKS masih sedikit, kemampuan sumber daya manusia pengelola UKS masih kurang, kerja sama untuk UKS belum optimal, sistem pencatatan dan pelaporan kurang baik, serta monitoring dan evaluasi juga belum optimal. Kondisi tersebut tidak lepas dari kemitraan yang dilakukan dan kepemimpinan dalam Implementasi UKS. Tujuan: Untuk mengeksplorasi kemitraan dan kepemimpinan dalam implementasi UKS di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian sebanyak 27 orang, yang diambil secara purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis model interaktif berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dan Pembahasan: UKS telah dilaksanakan di sebagian sekolah. Pelaksanaannya dipengaruhi oleh kebutuhan yang menjadi motivasi, pengalaman dan kepemimpinan kepala sekolah, yang membentuk komitmen pihak sekolah. Sekolah pelaksana UKS di tingkat TK dan SD bermitra secara semu dengan puskesmas, sedangkan SLTP dan SLTA bermitra dengan PMI secara saling menguntungkan. Kerja sama tersebut tanpa kesepakatan tertulis. Pembinaan oleh tim pembina UKS dilaksanakan hanya pada kegiatan tertentu dan tidak berkelanjutan. Kesimpulan: Kepemimpinan pihak sekolah harus membentuk komitmen dalam pelaksanaan UKS, sedangkan kemitraan akan sangat menunjang sustainabilitas program. Tim pembina UKS seharusnya melakukan pembinaan tidak hanya pada kegiatan tertentu, tetapi secara berkala dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Background: School Health Program (SHP) aims to improve quality of education and academic achievement of the student. Methods adopted by SHP are to improve hygienic and healthy behavior, to increase health status of the student and school community, and to create healthy environment. Until today only a few schools have SHP facilities. SHP has limited human resources and cooperation, poor recording and reporting system, and less monitoring and evaluation. This condition is more or less caused by partnership and leadership in the practice of SHP. Objective: To explore partnership and leadership in the practice of SHP at Sub-district of Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur. Method: The study was qualitative with case study design. Subject was 27 people chosen purposively. Data was analyzed using interactive model in the form of data reduction, data presentation and conclusion/verification. Result and Discussion: SHP had been practiced in some schools. The practice was influenced by need, motivation, experience and leadership of the school master that formed commitment of the school. Schools practicing SHP at kindergarten and elementary school level cooperated informally with health centers; whereas at junior and senior high school level cooperated with Indonesian Red Cross. The cooperation was done without written agreement. Supervision by SHP supervisory team was done only on particular event. Conclusion: School management had to have commitment in the practice of SHP; meanwhile partnership would greatly support sustainability of the program. SHP supervisory team should not only supervise at certain occasion but periodically and continuously to achieve the expected objectives.

Kata Kunci : kemitraan, kepemimpinan, UKS, keberlanjutan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.