AJARAN MORAL MASYARAKAT SAMIN DALAM PERSPEKTIF ETIKA : RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN KARAKTER BANGSA
Syahrul Kirom, Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M.
2012 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatPenelitian yang berjudul Ajaran Moral Masyarakat Samin dalam Perspektif Etika: Relevansinya bagi Pengembangan Karakter Bangsa, bertujuan untuk memahami falsafah hidup masyarakat Samin dan mengetahui ajaran moral masyarakat Samin, termasuk dalam aliran etika apa saja serta merelevansikan ajaran moral masyarakat Samin bagi pengembangan karakter bangsa. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dengan menggunakan objek formal adalah etika, sedangkan objek material yakni ajaran-ajaran moral yang terdapat dalam masyarakat Samin. Penelitian ini menggunakan metode kesinambungan historis, hermeneutika dan heuristika. Metode ini digunakan untuk menganalisis dari ajaran moral masyarakat Samin yang dikemudian dikaji dengan perspektif etika. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, falsafah hidup (way of life) masyarakat Samin lebih menekankan pada sikap hidup yang waspodo. Pandangan hidup wong Sikep yang harus selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini penuh dengan perasaan dan pertimbangan moral, bahkan wong Sikep memiliki pandangan hidup yakni mereka dalam beraktivitas selalu dipikirkan terlebih dahulu, jika berbicara harus benar (tindak sepecak, gunem sekecap). Inilah pandangan hidup masyarakat Samin yang luhur dan penuh dengan budi pekerti. Kedua, etika keutamaan (ethics of virtue) dari masyarakat Samin itu terletak dalam Angger-Angger Lakonana, Angger-Angger Lakonana, yang memiliki nilai-nilai lakonana sabar. Sabare dieling-eling, trokale dilakoni. Nilai-nilai itu seringkali diimplementasikan oleh wong Sikep, dalam menegakkan prinsip-prinsip tanggung jawab. Ketiga, etika kebebasan bagi masyarakat Samin adalah bebas melakukan tindakan sesuai dengan ungkapan “ dhuwekmu yo dhuwekku, mulo iku dikhlaske. Ungkapan tersebut memiliki tujuan bebas, dalam arti memiliki kegunaan dan manfaat bagi wong Sikep. Kebebasan etis ini adalah bagian dari etika utilitarianisme, Keempat, etika deontologi masyarakat Samin terlahir dari Angger-Angger Pratikel yang memiliki prinsip-prinsip ajaran moral yakni aja srei drengki, tukar padu, dahpen kemeren, mbadhog colong, nilai-nilai ini telah menjadi etika kewajiban bagi masyarakat Samin. Kewajiban yang demikian ini meminjam istilah dari Immanuel Kant adalah imperatif kategoris. Kelima, etika teleologi dari masyarakat Samin ada dalam Angger-Angger Pangucap, yang memiliki prinsip-prinsip etis sesuai dengan patokan pangucap saka lima, bundhelane ana pitu. Lan pangucap saka sanga, bundhelane ana pitu, makna filosofis ini mengandung simbol yang menekankan pada etika kejujuran. Kejujuran yang harus tumbuh pada hati nurani dan ucapannya. Keenam, keterkaitan moralitas masyarakat Samin, yakni angger-angger pratikel, anggerangger pangucap dan angger-angger lakonana bagi persoalan krisis moral di Indonesia, sebagai upaya memperbaiki krisis kepercayaan dan sikap hidup opurtunis.
The study, entitled Samin‟s Moral Doctrine in the Ethics Perspective: Its Relevance for Developing Character Nations, aims to understand the philosophy of life Samin community. This study also aims to determine the moral teachings Samin community, including the flow of any ethics and then this study also aims to see the relevance of moral teachings Samin community for the development of the nation's character. This study is a library research, using the formal object is ethical, while the material object that is moral teachings contained in the Samin community. This study uses the methods of historical continuity, hermeneutics and heuristics. The method was used to analyze the moral teaching of the people who were later examined with the perspective of ethics. The results of this study are as follows: first, the philosophy of life Samin community more emphasis on the attitude of life waspodo. Wong Sikep view of life that must always be careful to live a life full of feeling and moral considerations, even wong Sikep have their view of life that is in the move is always considered first, if the talk should be right (tindak sepecak, gunem sekecap). This is the view of life Samin noble and full of character. Second, ethics of virtue of Samin community lies in Angger Angger Lakonana, Angger- Angger Lakonana, which have values lakonana sabar. Sabare dieling-eling, trokale dilakoni. These values are often implemented by wong Sikep, in upholding the principles of responsibility. Third, Third, the ethics of freedom for the people of Samin is free to act in accordance with the phrase dhuwukmu yo dhuwekku mulo diikhlaske. The phrase has a free purpose, in a sense have their uses and benefits to wong Sikep. Ethical freedom is part of ethics of utilitarianism. Fourth, ethics of deontology of Samin community born of Angger-Angger Pratikel with the principles of the moral teachings wrote aja srei, drengki, tukar padu, dahpen, kemeren, mbadhog colong, these values have become ethical duty to Samin society. Such obligation is to borrow a term from Immanuel Kant's categorical imperative is. Fifth, ethics of teleology of Samin community in Angger-Angger Pangucap, which has the ethical principles in accordance with the pangucap saka lima, pangucap saka, bundhelane ana pitu. Lan Saka pangucap sanga, bundhelane ana pitu, philosophical meaning it contains symbols that emphasize the ethics of honesty. Honesty should grow in conscience and speech. Sixth, the relevance of the Samin‟s morality, namely Angger-Angger Pratikel, Angger- Angger Pangucap and Angger-Angger Lakonana to the question of the moral crisis in Indonesia, as an effort to fix crisis of confidence and attitude to the oppurtunistic life.
Kata Kunci : Samin, Wong Sikep, Etika, Angger-Angger.