Sistem Pendukung Keputusan Optimasi Lahan Beririgasi (Studi kasus: DI Bondoyudo, Jawa Timur)
afik hardanto, Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng.
2011 | Tesis | S2 Mekanisasi/Teknik PertanianPengelolaan alokasi air irigasi yang didasarkan bahwa air irigasi merupakan milik bersama dan pelayanan dengan bersendikan dialog menjadi hal terpenting dalam pelaksanaannya, maka dalam perencanaan akan terjadi transaksi antara penyedia layanan dengan pengguna layanan. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) digunakan untuk membantu transaksi alokasi penyediaan air irigasi dalam menentukan luas optimum dalam setiap petak layanan dengan batasan sumber daya air dan lahan yang tersedia. SPK dikembangkan dalam rancang bangun perangkat lunak untuk memudahkan pengguna. Studi kasus penelitian dilakukan di Daerah Irigasi (DI) Bondoyudo, Jawa Timur. Bangkitan data debit dan hujan digunakan model Thomas-Fiering dan optimasi luasan lahan untuk setiap jenis tanaman digunakan model Linear Programming (LP) dengan menggunakan metode simplex dalam mencari solusi optimumnya. Rancang bangun perangkat lunak digunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan pengelolaan basis data digunakan MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Thomas-Fiering yang digunakan layak untuk membangkitkan data dengan nilai evaluasi hujan pada MT 1 (r= 0,905, RMS= 15,84, dan ME= -8,59), MT 2 (r= 0,683, RMS= 5,70, dan ME= - 0,06), dan MT 3 (r= 0,685, RMS= 26,31, dan ME= 8,89). Nilai evaluasi untuk debit didapatkan nilai r= 0,82, RMS= 2498,05, dan ME= -375,59. Pola tanam optimum didapatkan sesuai dengan input sumber daya dan batasan yang digunakan pada setiap waktunya. Hasil analisis sensitivitas didapatkan bahwa toleransi luasan lahan agar tetap optimum untuk setiap jenis tanaman yang dibudidayakan yaitu: untuk padi (-)2.75 dan (+)30.04, polowijo (–)13.45 dan (+)2.75, jeruk (–)5.57 dan (+)1E+30, dan tebu (–)3.00 dan (+)1E+30. Sedangkan untuk variabel batasan, yaitu batasan luasan total petak dengan shadow price 16,15 (-253.87 dan +790.25), ketersediaan debit 0.96 (-450.44 dan + 868.25), luasan maksimal jeruk dan tebu tergantung dari prosentase luasan yang diijinkan disetiap petaknya.
The allocation management of irrigation water that was based on consept that irrigation water was a common pool resources and the service based on the dialogue to the most important matter in his implementation, then in planning the transaction will happen between the provider and the user of the service. Decision Support System (DSS) was used to help the allocation transaction of the provisions of irrigation water in determining the optimum area in each piece of the service with the limitation and the land of water resources that were available. The research case study was carried out in the Bondoyudo Irrigation Region, East Java. Thomas-Fiering Model was used to predict the data of rain and debit. Linear Programming Model was used to optimize the crop pattern. Software development was used by the Visual Basic 6.0 and the database management was used MySQL. Results of the research showed that the model of Thomas-Fiering that was used appropriate to generate the data with the value of rain of the evaluation in 1 st MT (r= 0.905, RMS= 15.84, and ME= -8.59), 2 nd MT (r= 0.683, RMS= 5.70, and ME= -0.06), and 3 rd MT (r= 0.685, RMS= 26.31, and ME= 8.89). The value of the evaluation of debit model was obtained by the value r= 0.82, RMS= 2498.05, and ME= -375.59. Optimum results of crop pattern was obtained in accordance with input resources and limit condition that were used in each time. Results of the sensitivity analysis were obtained that tolerance for the constrain functions in each condition (e.g., 2 nd MT in 2010, rice (-) 2,75 and (+) 30,04, polowijo (-)13.45 and (+) 2,75, the citrus fruit (-)5.57 and (+) 1E+30, and sugar cane (-)3.00 and (+) 1E+30. Whereas for the limitation variable, that is the area limitation of the total piece with shadow price 16.15 (-253,87 and +790,25), the availability of debit 0,96 (-450,44 and + 868,25), the maximum area of the citrus fruit and sugar cane depended on the percentage of the area that was permitted.
Kata Kunci : linear programming, irigasi, pola tanam, SPK, Thomas-Fiering