Laporkan Masalah

PERBANDINGAN DAYA GUNA KETAMIN 0,25MG/KGBB + MIDAZOLAM 37,5μG/KGBB INTRAVENA DENGAN PETHIDIN 0,5 MG/KGBB INTRAVENA UNTUK MENCEGAH SHIVERING PADA ANESTESI SPINA

Irfan Tri Wahyudi, dr. Bambang Suryono, Sp.An-KIC, KNA, M.Kes.

2011 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Shivering adalah komplikasi yang tidak menyenangkan dan sering terjadi, angka kejadian sekitar 57% kasus setelah tindakan spinal anestesi. Banyak intervensi obat-obatan telah diteliti, namun efektifitasnya dalam mencegah menggigil masih belum jelas. Daya guna pethidin untuk mencegah shivering setelah tindakan anestesi spinal sudah pernah diteliti pada dosis 0,5 mg/kgbb iv. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan daya guna pemberian kombinasi ketamin 0,25mg/kgbb iv + midazolam 37,5µg/kgbb intravena dan pethidin 0,5mg/kgbb intravena untuk mencegah kejadian shivering setelah tindakan anestesi spinal. Rancangan penelitian ini adalah uji klinik acak ganda tersamar. Subyek penelitian dilakukan pada 94 sampel pria dan wanita, usia 18-60 tahun, status fisik ASA I dan II, yang mengikuti tindakan pembedahan elektif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Sampel kemudian dibagi secara acak menjadi dua kelompok dengan masing-masing 47 subjek. Kelompok A menerima pethidin 0,5 mg/kgbb iv, dan kelompok B menerima ketamin 0,25 mg/kgbb iv + midazolam 37,5 µg/kgbb iv untuk mencegah shivering setelah tindakan anestesi spinal. Data yang dicatat meliputi level blok sensoris, tekanan darah, kejadian dan derajat shivering, efek samping obat juga akan dicatat selama anestesi spinal. Semua data kemudian dianalisa menggunakan tes T-independent dan Chi-square.

Shivering is an unpleasant and frequent complication and it’s seen in 57% case after spinal anesthesia. Numerous pharmacological interventions have been proposed, but their relative efficacy remains unclear. The efficacy of pethidin in prevention shivering after spinal anesthesia has been studied. The aim of this study is to compare effectivity of ketamine 0,25 mg/kgBW + midazolam 37µg/kgBW intravenous and pethidin 0,5 mg/kBW intravenous for prevention shivering after spinal anesthesia. This is a randomized double blind controlled study. Subjects are 94 male and female, ages 18-60 years old, physical status ASA I-II, who will undergo elective surgery in Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta. The sample will be divided randomly into two groups. Group A will received pethidin 0,5 mg/kgBW iv and group B will received ketamine 0,25 mg/kgBW iv + midazolam 37 µg/kgBW iv to prevent shivering after spinal anesthesia. Sensory block level, blood pressure, incidence and intensity of shivering data will be collected, and the adverse effects of drugs will be recorded along spinal anesthesia. All data will be analysed by using Tindependent and Chi-square test.

Kata Kunci : termoregulasi, anestesi spinal, pencegahan shivering.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.