KONSEPSI RUMAH DI ATAS AIR MASYARAKAT KAMPUNG KAYUPULO, TOBATI DAN ENGGROS
Yusuf Paulus Bano,Dr, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahRumah di atas air memiliki nilai historis dan pemenuhan kebutuhan perumahan penduduk. Namun di sisi lain, keberadaannya memiliki sejumlah permasalahan, baik teknis maupun non teknis, khususnya berkaitan dengan status legalitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan permukiman di atas air di kampung Kayupulo, Tobati, dan Enggros serta memahami konsepsi rumah di atas air menurut persepsi penghuninya. Penelitian ini menggunakan pendekatan grounded research yang menitikberatkan kepada penelitian kualitatif. Obyek wawancara meliputi para pemuka adat, para pemuka masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, aparat pemerintah kota. Penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, masyarakat kampung Kayupulo, Tobati dan Enggros adalah komunitas masyarakat adat penghuni rumah di atas air tradisional yang menempati wilayah geografis tertentu sebagai hak ulayatnya, yang terdiri dari bentangan wilayah daratan dan perairan. Kedua, eksistensi komunitas dan permukiman ini lebih didasarkan faktor budaya dan tradisi, bukan didasari oleh keterbatasan lahan/tanah di darat dan atau sekedar alasan praktis memperoleh tempat tinggal. Ketiga, konsepsi rumah di atas air menggambarkan bahwa struktur spasial permukiman merupakan manifestasi dari struktur sosial, sehingga konsepsi rumah di atas air pada masyarakat kampung Kayupulo, Tobati, dan Enggros hakekatnya merupakan konsepsi tentang tata ruang adat-nya.
The traditional waterfront settlement has not onliy a historical value, but also important role in meeting the housing needs. On the other side, its existence has a number of issues, both technical and non technical, especially related to its legality. This study aims to describe the settlements on the water at Kayupulo, Tobati and Enggros villages are to understand the conception of a house on the water according to our perception of society. This study used a grounded approach to research that focuses on qualitative research. This study interviews traditional leaders, community leaders, women leaders, youth leaders, city government officials. The study foud three things. First, Kayupulo village community, Tobati and Enggros are residents of indigenous communities over traditional water that occupies a particular geographic area as the right customary, consisting of a stretch of land and waters. Secondly, the existence of communities and settlements are based more or cultural factors and traditions, rather than on the limited land / soil on land and practical reasons or just a place to live, as in non-traditional settlement. Third, the phenomena of a house on the water illustrates that the spatial structure of settlements is a manifestation of social structure, so that the concept home on the water at Kayupulo village community, Tobati, and Enggros essentially spatial conception of the custom.
Kata Kunci : Rumah tradisional di atas air