Laporkan Masalah

IDENTITAS KULTURAL DALAM NOVEL EDENSOR KARYA ANDREA HIRATA: SEBUAH KAJIAN POSKOLONIAL

Faridha Yusnaini, S.Pd., Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA.

2011 | Tesis | S2 Sastra

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan identitas kultural dalam kondisi pacakolonial yang terdapat dalam novel Edensor karya Andrea Hirata. Identitas kultural dapat dipahami sebagai suatu entitas dalam konstruk sosial yang tidak tetap dan selalu berproses dalam ruang dan waktu sehingga dalam kondisi pascakolonial, persoalan identitas menjadi semakin kompleks. Masalah utama penelitian ini, yakni (1) identitas kultural dalam kondisi pascakolonial, (2) transformasi identitas, dan (3) pencarian dan pembentukan identitas diri. Ketiga permasalahan tersebut dikaji dengan menggunakan teori identitas dalam perspektif poskolonial. Identitas kultural dilihat dalam gambaran umum identitas kultural dan bagaimana Ikal memandang dirinya dan tindakan Ikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) novel Edensor mengemukakan identitas kultural sebagai sebuah konstruk sosial dalam bentuk etnisitas, agama, bahasa, dan negara-bangsa. Kesadaran akan identitas kultural muncul terutama sebagai konstruk sosial karena pertemuan berbagai kultur yang berbeda dalam ruang dan waktu yang berbeda pula, (2) pertemuan berbagai kultur dalam ruang dan waktu yang berbeda memunculkan transformasi identitas akibat relasinya dengan budaya yang lebih dominan, yakni Eropa yang memunculkan inferioritas, (3) kesadaran akan identitas yang berbeda dalam perspektif sentral periferi memandang Eropa sebagai ‘sang diri’ dan timur sebagai ‘sang lain’ namun kesadaran sebagai pihak yang inferior terkadang disengaja dimunculkan agar Ikal bisa diterima oleh masyarakat yang didatangi atau untuk menguatkan identitasnya di tengah perbedaan.

The research aimed at revealing of cultural identity in a postcolonial condition as it founded in the novel Edensor by Andrea Hirata. Cultural identity could be understood inconstantly as an entity of social construction and always proceed in place and time which by means in the postcolonial condition, the problem of identity was being more complex. The primary problem of the research that are, (1) cultural identity in the postcolonial condition, (2) transforming of identity, and (3) searching and establishing self-identity. Those problems were studied by using and employing such identity theory in the postcolonial perspectives. Cultural identity viewed in a general view of cultural identity and how Ikal, one of primary figure in Edensor, look himself and how was his action. The result of research shows that (1) the novel of Edensor expresses the cultural identity as a social construction by means of ethnicity, religion, language, and nationstate. The consciousness for cultural identity primarily appeared as a kind of social construction caused by the encountering certain cultures in different place and time, (2) the encounter of certain cultures in different place and time finally raises the transformation of identity that is caused by its relation to a more dominant culture, i.e Europe who raised inferiority, (3) the awareness for different identity in the perspective of central and periphery considering Europe as the ‘self’ and East as the ‘other’. Nevertheless, consciousness as inferior was sometimes being appeared deliberately so as Ikal might be accepted by given society or being strengthening his identity amongst the differences.

Kata Kunci : identitas, identitas kultural, kondisi poskolonial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.