Karakteristik Suhu dan Produksi Gas dengan Variasi Laju Input Udara pada Proses Gasifikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Inverted Downdraft Gasifier
ASIH PRIYATI, Dr. Ir. Bambang Purwantana, M.Agr.
2011 | Tesis | S2 Mekanisasi/Teknik PertanianPenelitian ini mengkaji karakteristik suhu dan laju produksi gas dalam proses pirolisis tandan kosong kelapa sawit yang dilakukan menggunakan inverted downdraft gasifier dengan kapasitas 0,13 m3. Eksperimen dilakukan dengan mengukur kecepatan superficial sebagai pengukuran penting untuk menilai kinerja gasifikasi. Pengaruh laju input udara dilakukan pada 13,08lpm, 18,24lpm, 41,04lpm, 115,56lpm dan 191,61lpm dengan mevariasikan bukaan kran bower, dan menghasilkan nilai SV 4,69m/det, 7,64m/det, 17,87m/det, 42,3m/det, dan 65,77m/det. Proses menunjukkan hasil bahwa laju input udara memberikan pengaruh terhadap kecepatan superficial, waktu proses, rasio udara/bahan bakar, laju aliran gas produksi, laju konsumsi bahan bakar, produk arang tersisa dan kadar tar. Laju input udara yang rendah menghasilkan nilai SV yang rendah, mengakibatkan proses pirolisis berjalan lambat, produk arang tersisa dan tar banyak, dan gas produksi dengan kandungan metana yang tinggi. Nilai SV yang rendah menghasilkan proses pirolisis yang lebih cepat, produk arang tersisa dan tar sedikit, dan gas produksi dengan kandungan metana yang rendah. Penelitian berikutnya dengan bahan yang sama direkomendasikan menggunakan nilai SV pada kisaran 4,69m/det untuk dapat diperoleh karakteristik pirolisis yang lebih tepat.
In this study, temperature and gas producer flowrate in pyrolysis proses of oil palm empty fruit bunches were investigated using inverted downdraft gasifier with capacity 0,113 m3. Experiment was conducted by measure the superficial velocity as the most important measure of its performance. The effect of air flowrate inlet were investigated at 13,08lpm, 18,24lpm, 41,04lpm, 115,56lpm and 191,61lpm by varied blower nozzle outlet. causes SV at 4,69m/s, 7,64m/s, 17,87m/s, 42,3m/s, dan 65,77m/s. The operation results airflow inlet influences to supervicial velocity, process time, air fuel ratio, production gas flowrate, fuel consumption flowrate, yields of charcoal and tars. A low SV was obtained with the lower air flowrate, causes relatively slow pyrolisis conditions, produces high yields of charcoal, large quantities of tars, and gas with high methane content. A high SV causes very fast pyrolisis, producing less charcoal and tars, and gas with less methane content. Further studieswith the same fuel was recommended using SV at range 4,69m/s to obtained specific results for pyrolysis process.
Kata Kunci : laju input udara, pirolisis, tandan kosong kelapa sawit, kecepatan superficial