EVALUASI KELAYAKAN HUNI RUMAH SEDERHANA SEHAT(RsS-1) Pada Perumahan Gumuk Indah Sidoarum di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2011
AJI YULIA PARAMITA DEWI, Dr. Soeratno, M.Ec.
2011 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanKedudukan kebutuhan rumah sebagai salah satu dari tiga kebutuhan dasar manusia tidak lain dikarenakan rumah merupakan bangunan dasar, fundamental dan sekaligus menjadi prasyarat bagi setiap orang untuk bertahan hidup dan menikmati kehidupan yang bermartabat, damai, aman dan nyaman. Pertumbuhan jumlah penduduk berimplikasi pada peningkatan kebutuhan rumah tinggal. Dengan mempertimbangkan jumlah penduduk miskin dan penduduk dengan tingkat kesejahteraan yang rendah, maka menuntut tersedianya sarana hunian sederhana yang sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat dan sekaligus juga mempertimbangkan kelayakan bangunan rumah dalam menjalankan fungsinya. Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (RsS-1) merupakan upaya untuk merespon permintaan akan tersedianya rumah tinggal siap huni yang sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat. Namun disisi lain kelayakan huni dari rumah tersebut menjadi sesuatu yang dipertanyakan. Hal ini disebabkan karena selama ini referensi masyarakat dalam menentukan pilihan rumah tinggal hanya melihat pada sisi lokasi, harga, dan desain tampak luar bangunan saja, tanpa mempertimbangkan hal-hal lain yang sebenarnya justru sangat mempengaruhi kelayakan huni bangunan rumah tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan huni Rumah Sederhana Sehat (RsS-1) dengan difokuskan pada ruang-ruang hunian yang didalamnya mencakup kenyamanan ruang gerak, penghawaan, dan pencahayaan, memalui pendekatan secara arsitektur dan peraturan pemerintah yang berlaku. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner pada objek penelitian dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan pada buku-buku arsitektur dan peraturan pemerintah tentang perumahan. Pokok bahasan penelitian adalah berupa kesesuaian jenis ruang hunian, kelayakan luas per orang dalam meter persegi, kelayakan luas ruang hunian, dan kelayakan kondisi penghawaan dan pencahayaan bangunan rumah. Melalui strategi analisis perbandingan atau analitycal comparison, hasil penelitian menemukan bahwa belum semua rumah yang telah direnovasi memiliki kondisi yang layak huni, meskipun telah terjadi peningkatan kondisi kelayakan terhitung mulai pada awal pembelian saat rumah masih berupa bangunan asli hingga saat sekarang ketika bangunan sudah direnovasi.
The position needs a home as one of the three basic human needs is not another because homes are basic, fundamental and also become a prerequisite for everyone to survive and enjoy life a dignified, peaceful, safe and comfortable. Population growth implies an increased need for housing. Taking into account the number of poor people and people with low levels of welfare, then it requires availability of a simple dwelling in accordance with the purchasing power of society and also consider the feasibility of building a house infunction. Simple Healthy House Construction (RsS-1) is an effort to respond to the demand for avaibility of homes ready for habitation in accordance with the purchasing power of the community. But on the other side of the house habitable feasibility into something questionable. This is because during these public reference in determining the choise of residence only look at the location, price, and exterior building design, without considering other things which in fact greatly affect the feasibility of building the house habitable.Therefore this study aims to evaluate the feasibility of habitation House Healthy Simple (RSS-1) with a focus on space-residential space includes a comfortable space in which motion, air condition, and lighting, within architectural approach and applicable government regulations. The required data in this study are primary data obtained through questionnaires on the object of research and secondary data obtained through a literature study in architecture books and government regulations on housing. The subject of research is a type of residential space suitability, feasibility area for person in square meters, the feasibility of residential living space, and the feasibility of lighting and air conditions building house. Through comparative analysis of strategy or analitycal comparison, the results of the study found that not all houses have been renovated to have a habitable condition, although there has been an increase in the condition of eligibility starting in the early purchase of the home while still in the original building until the present time when the building was renovated.
Kata Kunci : Rumah Sederhana Sehat (RsS-1), rumah layak huni, kenyamanan ruang gerak, pengawaan, pencahayaan