HUBUNGAN PREFERENSI FERTILITAS PADA SUAMI TERHADAP PENGGUNAAN KONTRASEPSI (STUDI ANALISIS SDKI 2007)
MASYKUR, S.H., Dr. Ambar Widaningrum, MA.
2011 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanKonferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) tahun 1994 di Kairo telah menempatkan upaya pengendalian penduduk dan penurunan fertilitas yang berorientasi pada pendekatan kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender. Partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi hingga saat ini masih rendah. Rendahnya partisipasi suami dalam ber-KB karena masih dominannya suami dalam pengambilan keputusan Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi. Selain itu juga terdapat faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pria yakni sikap tentang bentuk dan struktur keluarga serta faktor sosial demografi (umur, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, pendapatan). Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui hubungan antara preferensi fertilitas pada suami terhadap penggunaan kontrasepsi pria. Penelitian ini menggunakan data sekunder SDKI tahun 2007. Informasi dasar hasil SDKI 2007 yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi keinginan suami menambah anak, jumlah anak ideal dan preferensi jenis kelamin anak. Adapun umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan tempat tinggal dipergunakan sebagai variabel kendali. Analisis data menggunakan teknik analisis univariabel (deskriftif), bivariabel (chisquare). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah anak masih hidup dengan penggunaan kontrasepsi pria (p-value ≤ 0,05), (2) terdapat hubungan bermakna antara keinginan suami menambah anak dengan penggunaan kontrasepsi (P-value≤0.05), (3) terdapat hubungan yang bermakna antara umur dengan penggunaan kontrasepsi pria (pvalue ≤ 0,05), (4) terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan penggunaan kontrasepsi pria (p-value ≤ 0,01), (5) terdapat hubungan yang bermakna antara daerah tempat tinggal dengan penggunaan kontrasepsi pria (pvalue ≤ 0,05). Adapun preferensi jenis kelamin anak dan pekerjaan secara statistik tidak terbukti sebagai faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pria (p-value ≥ 0,05). Akhir dari penelitian ini, hal-hal yang dapat direkomendasikan antara lain peningkatan kesetaraan dalam program KB bagi pria dimana perlu memperhatikan nilai anak dan preferensi fertilitas serta sosio demografis. Peningkatan pengembangan dan pemantapan KIE. Selain itu, peningkatan kerjasama yang melibatkan semua unsur baik instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Departemen Agama, tokoh agama dan masyarakat.
International Conference on Population and Development (ICPD) in Cairo in 1994 has put efforts to control population and declining fertility-oriented approach to reproductive health and gender equality. Male participation in contraceptive use are still low. This is caused by the husband’s domination in Family Planning and reproductive health decision making. In addition, other factorc such as husband’s attitude about family structure, social demographic factors (age, education, occupation, residence) are also influenced male’s contraceptive use. This study generally aims to determine the relationship between the husband's fertility preference on the use of male contraception. This study uses secondary data IDHS 2007. Basic information on the results of IDHS 2007, which was analyzed in this study include the husband wishes to add children, the number of living children and child sex preference. As for age, education level, occupation and place of residence used as a sosio demographic variable. The data are analyzed using univariate analysis techniques (descriptive), bivariate (chi-square). Results showed that (1) there was a significant correlation between the number of living children are still with the use of male contraception (p-value ≤ 0.05), (2) there was a significant correlation between husband wants more children with the use of male concraception (p-value≤0,05), (3) there was a significant correlation between age with the use of male contraception (p-value ≤ 0.05) , (4) there was a significant correlation between education with the use of male contraception (p-value ≤ 0.01), (4) there was a significant correlation between place of residence with the use of male contraception (p-value ≤ 0.01). The child sex preference, employment status was not statistically proven to be a factor associated with the use of male contraception (p-value ≥ 0.05). End of this reseach, things that can be recommended, among others, increased equality in family planning programs for men where the need to consider the socio-demographic, value of children and fertility preferences. Increasing the development and strengthening of IEC. In addition, enhanced cooperation involving all elements, such as Public Health Service, Department of Religion, religous and society leaders.
Kata Kunci : preferensi fertilitas, penggunaan kontrasepsi pria, Keluarga Berencana