Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI LOKASI KLUSTER DAN DINAMIKA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) DI KALIMANTAN TENGAH, 2005-2009

Fahmy Fauzy, Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc.

2011 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi kluster Industri Kecil dan Menengah (IKM), mengidentifikasi kelompok industri utama yang menentukan klasifikasi berdasarkan kluster IKM di 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data dari BPS Provinsi Kalimantan Tengah dan data mentah dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Tengah dengan periode pengamatan 2005-2009. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan alat analisis Sistem Informasi Geografi (SIG), uji Korelasi Pearson dan Spearman-Rank, analisis Static Location Quotient (SLQ) dan Dinamic Location Quotient (DLQ) dan analisis diskriminan. Hasil analisis menunjukkan terdapat lokasi kluster di Kabupaten Kotawaringin Barat , Kotamadya Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Subsektor unggulan dimasing-masing kabupaten berdasarkan penyerapan tenaga kerja pada ISIC 31 yaitu Kabupaten Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Gunung Mas, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Barito Timur .ISIC 33 pada Kabupaten Kotawaringin Barat, Katingan, Kotamadya Palangka Raya, Pulang Pisau, Gunung Mas dan Kabupaten Barito Timur. ISIC 36 di Kabupaten Barito Utara dan Barito Timur. ISIC 38 unggul di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Barito Utara. Berdasarkan analisis diskriminan, dari empat variabel yang menjadi prediktor di Kalimantan Tengah antara tahun 2005 dan 2009 yaitu upah, populasi, usia perusahaan dan produktifitas tenaga kerja, menunjukan bahwa populasi merupakan prediktor terbaik dalam membedakan kluster industri dan non-industri.

This study aims to identify the location of clusters of Small and Medium Industries (SMI), the main industries that determines the classification based on SME clusters in 14 districts / cities in Central Kalimantan Province. The data used are secondary data from the BPS data of Central Kalimantan province and the raw data from the Office of Industry and Commerce of Central Kalimantan over the period of 2005-2009. The research used Geographic Information Systems (GIS), Pearson correlation test and Spearman-Rank, Static Location Quotient (SLQ), and Dynamic Location Quotient (DLQ) and discriminant analysis. The analysis showed the SMI clusters have been concentrating geographically in West Kotawaringin, Municipality of Palangka Raya, Pulang Pisau Regency, and Kapuas Regency. Leading subsectors employment based in ISIC 31 are North Barito Regency, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Gunung Mas, East Kotawaringin and East Barito Regency. ISIC 33 has been clustered in the West Kotawaringin Regency, Katingan Regency, the City of Palangka Raya, Pulang Pisau Regency, Gunung Mas and East Barito Regency. ISIC 36 has been clustered in North Barito regency and East Barito. ISIC 38 excels in East Kotawaringin and North Barito regency. Based on discriminant analysis, four predictor variables in Central Kalimantan between 2005 and 2009 were wages, population, age of firm, and labor productivity. The finding indicates that population is the best predictor in distinguishing clusters and non-industrial SMI.

Kata Kunci : Industri Kecil dan Menengah (IKM), kluster Industri, Kalimantan Tengah, ISIC, SLQ dan DLQ


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.