Laporkan Masalah

PERGESERAN PANDANGAN HIDUP SUKU TOLAKI : KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA TERHADAP CERITA RAKYAT TOLAKI

RUSLAND, Dr. Novi Siti Kussuji I., M.Hum.

2011 | Tesis | S2 Sastra

Penelitian terhadap cerita rakyat Tolaki ini dilatarbelakangi adanya masalah pergeseran pandangan hidup yang terdapat dalam karya sastra. Hal ini disebabkan munculnya fakta-fakta sosial yang mengalami transformasi pada seluruh tingkatan nilai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kondisi sosial-budaya suku Tolaki, pandangan hidupnya, bentuk-bentuk pergeseran pandangan hidupnya, dan faktor-faktor terjadinya pergeseran pandangan hidupnya. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi sastra Alan Swingewood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerita LMNW pandangan hidup suku Tolaki yang terkandung di dalamnya, meliputi pandangan tentang hubungan manusia dengan sang pencipta, posisi wanita dalam masyarakat, hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat, perkawinan dan perceraian. Dalam cerita IW, dijelaskan pula pandangan hidup suku Tolaki mengenai hubungan orang tua dan anak, manusia dan makhluk hidup lainnya, serta posisi wanita dalam keluarga. Di samping itu, dalam cerita IS terdapat pula pandangan hidup mengenai kebiasaan yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap makhluk halus, seni tari sebagai bagian dari upacara perkawinan, dan kewajiban keluarga orang yang meninggal. Pandangan hidup suku Tolaki terdapat pula dalam cerita IL, berupa pandangan tentang perencanaan dalam membuka lahan, selanjutnya dalam cerita LM diuraikan pandangan hidup tentang kepercayaan yang berkaitan dengan kosmologi, posisi anak dalam keluarga, dan hubungan antarsaudara. Dalam cerita rakyat Tolaki ditemukan pula bentuk-bentuk pergeseran pandangan hidup suku Tolaki, seperti pandangan hidup yang berhubungan manusia dan sang pencipta, artinya yang semula suku Tolaki menganut animisme selanjutnya menjadi singkretisme. Hal ini disebabkan adanya pengaruh ajaran Islam pada suku Tolaki. Pergeseran pandangan hidup terdapat pula pada pemilihan jodoh, artinya pada mulanya istri haruslah berasal dari keluarga dekat (toono meohai), kemudian bergeser menjadi istri dapatlah berasal dari keluarga jauh (toono suere). Pergeseran pandangan hidup terjadi pula pada posisi wanita yang dipandang inferior, tersubordinasikan, dan termarjinalkan yang bergeser menjadi wanita haruslah memiliki kemampuan intelektual. Hal ini dikarenakan munculnya penyalahgunaan kekuasaan dari golongan bangsawan. Terdapat pula pergeseran mengenai status kelas sosial, artinya pada awalnya status kelas sosial ditetapkan melalui garis keturunan kemudian bergeser berdasarkan jalur perkawinan. Pandangan hidup mengenai anak yang diharapkan menjadi generasi penerus, selanjutnya bergeser menjadi merengangnya hubungan komunikasi antara orang tua dan anak. Hal ini disebabkan orang tua kurang memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak.

The research toward Tolakinese folktale based on the problem of shifting within Tolakinese way of life in current day. It is caused by the appearing of social realities that is transformed in the all extent of values. Therefore, the research aimed at explaining of socio-cultural condition of Tolaki tribe, their way of life, the form of shifting for way of life, and the factors that are occurred the shifting itself. However, the theory was chosen in analyzing the problem of research related initially to the theory of sociology of literature as established by Alan Swingewood. The result of research shows that such a way of life in LMNW story consist of a human relation within the Creator, women position in society, the right and obligation of a men in society, as well as the wedding and divorce. The story of IW explains about a way of life among Tolaki Tribe that is interconnected with a relation between parents and children, humankind and other creations, and women position in a family as well. Beside, the story of IS exposes a such way of life related with the ordinary life due to the believe toward a supernatural being, performing art as a part of Tolaki’s wedding party, and also the obligation for the family who one died their family member. There also a way of life in the story of IL that was consisted of a planning for opening new field agriculture. While in the story of LM, it describes a way of life that is interconnected to cosmology, children position in the family and a relation between the brothers as well. In the Tolakinese folktale, it was founded the forms of shifting of such way of life, such as a way of life that is related with a relation between human and its Creator. It means that Tolaki people firstly dwelled animism, then become syncretism at all. It is caused by the influence of Islamic teaching among the Tolaki Tribe. There was such way of life in case of choosing a pre-wife, it means that firstly a wife should be from a near family (toono meohai), then it is shifted to wife be from other family (toono suere). The shifting of a way of life was happened also on the position of women that currently viewed inferior, subordinated, and marginalized, then become shifted by a way that a Tolaki women should have an intellectual skill. It is caused by the abusing of power among Tolaki nobilities (anakia). However, there also a shifting of social status by which determined with father line, then it shifted bases on marital status. A way of life on children who hoped to be the next generation, also shifted to be breaking up a communication between parents and children. It is caused by parents themselves less giving a moral education to the children.

Kata Kunci : pandangan hidup, cerita rakyat, suku Tolaki, sosiologi sastra


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.