Perlawanan Nelayan dalam novel Buruan karya Putu Oka Sukanta: Kajian Sosiologi Sastra
Peni septiana, S.Pd, Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo
2011 | Tesis | S2 SastraPermasalahan utama penelitian ini adalah perlawanan buruh nelayan dalam novel Buruan karya Putu Oka Sukanta.Permasalahan utama tersebut dilihat dari tiga permasalahan yaitu (1) permasalahan masyarakat nelayan yaitu perlawanan buruh nelayan (2) relasi-relasi yang terjadi antarkelas dalam novel Buruan (3) pilihan estetika novel Buruan.Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan berbagai permasalahan kehidupan masyarakat nelayan khusunya buruh nelayan dalam kerangka teori sosiologi sastra serta menjelaskan adanya pertentangan antarkelas dalam masyarakat nelayan yang menimbulkan perlawanan dikalangan nelayan.Oleh karena itu, muncullah karya sastra yang pemahaman pada kesadaran manusia. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan teori sosiologi sastra untuk mengungkapkan hubungan antara sastra dengan masyarakat sehingga muncullah bentuk dan tipikalitas berbagai permasalahan tentang masyarakat nelayan. Permasalahan tentang masyarakat nelayan dan ekspresi perlawanan digunakan teori kelas sosial Marx. Dengan menggunakan teori sosiologi sastra dapat dijelaskan bahwa karya sastra sebagai cermin masyarakat yang mengungkapkan permasalahan atau fenomena yang terjadi di masyarakat.Selain itu digunakan juga konsep sastra realisme sosialis untuk mengungkapkan estetika novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) novel Buruan merupakan novel yang mengungkapkan fenomena permasalahan yang terjadi di masyarakat nelayan. Masa tahun 1940-an sebagai masa penjajahan Jepang dan masa sesudah kemerdekaan menjadi sarana inspirasi pengarang untuk mengungkapkan fenomena tersebut (2) Buruan mengungkapkan bentuk dan tipikalitas dari relasi yang terjadi antara buruh nelayan dengan majikan yaitu dengan terjadinya kelaskelas yang dieksploitasi oleh kekuasaan. Ketegangan antarkelas-kelas tersebut telah memungkinkan terjadinya konflik antarkelas antara lain:(a) pengeksploitasian perempuan-perempuan buruh nelayan, (b)pengekspolitasian sumber daya alam (c) buruh nelayan yang teraleniasi (d) hak milik pribadi, (e) dikotomi kelas dan (f) keberpihakan negara. Konflik tersebut akhirnya menumbuhkan perlawanan yang dilakukan oleh buruh nelayan. Perlawanan tersebut antara lain: (a) perlawanan dengan bergerilya, (b) perlawanan dengan persatuan, (c) perlawanan secara terbuka dan (d) perlawanan secara organisasi (3) Estetika sastra realisme menjadi indikasi munculnya karya sastra yang membawa pemahaman pada kesadaran manusia dan keberpihakan pada kaum buruh.
The main problem in this study is resistance of the fisher labor on novel Buruan by Putu Oka Sukanta. The problem is divided into three main parts, are (1) resistances as main problem in the novel Buruan, (2) relation and resistance of fisher labor, (3) aesthetic choices on the novel of Buruan .Three problems are analyzed with the theory of literally of sociology and theory of realism social as a support theory. The research aimed at reveal certain problems of the life of fisher society, particularly fisher labor in the frame of sociological literature theory as well as explains the inter-classes conflicts amongst the fisher society in which it arise such resistances amongst the fishers. By this condition, literature appeared as a kind of taking aside to proletariat. This study, therefore, used a theory of sociological literature to reveal the relationship between literature and society so that it appeared the form and typicality of certain problems on fisher society. The problem of fisher society and their resistances using Marx’s social class theory. In regard of sociological literature, literature viewed as a kind of the mirror of society that it expresses problems or phenomena that is occurred in the society itself. Besides, this study also used the concept of socialist realism within literature by means to express the esthetics of the novel Buruan. The result of research shows that; (1) Buruan was a novel that revealed the phenomena occurred among the fisher society particularly since 1940 as an era of Japan colonialism and after independent. Therefore, the novel itself was being of author inspiration to reveal its phenomena; (2) Buruan novel revealed both form and typicality of relation between fisher labor and employer. Labor class habitually was exploited by the employer power. The exploitation that are: (a)woman labor exploitation, (b) nature resource exploitation, (c) alienated labor fisherman, (d) private property, and (e) class dichotomies and (f) take side the state. The tension between labor class and employer then appeared a resistances particularly from the lower class, in this case, fisher labor. The struggle that are: (a) guerilla resistances, (b) union resistances, (c) opened resistance and (d) organizational of resistance. (3) the esthetics of realism indicated the emerge of pro-literary. Thus, literature regarded as a mission to perform and establish a historical, human consciousness and take side fisher labor.
Kata Kunci : Perlawanan nelayan, sosiologi sastra, sastra realisme sosialis