Laporkan Masalah

BIAYA PENGOBATAN PASIEN KANKER PAYUDARA STADIUM AWAL YANG MENDAPATKAN KEMOTERAPI KOMBINASI 5- FLUOROURASIL, DOKSORUBISIN, SIKLOFOSFAMID (FAC) DENGAN KEMOTERAPI KOMBINASI BERBASIS TAXAN

Didik Setiawan S. Farm, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis

Latar Belakang: Kanker merupakan masalah kesehatan yang penting dalam dunia kesehatan dan ekonomi. hal ini disebabkan oleh angka kejadian dan kematian yang tinggi, prognosis yang buruk dan masalah resistensi kemoterapi sehingga mengakibatkan jumlah penderita kanker meningkat setiap tahun. Pemilihan kemoterapi kombinasi mempunyai pengaruh yang penting pada luaran terapi pada pasien kanker payudara. Salah satu kemoterapi kombinasi yang direkomendasikan untuk pasien kanker payudara stadium awal adalah kemoterapi kombinasi berbasis antrasiklin dan taxan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya pengobatan dan luaran antara pada pasien kanker payudara stadium awal yang mendapat kemoterapi kombinasi FAC dibandingkan dengan taxan. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional dan metode pengambilan data secara retrospektif dari rekam medik pasien dan Sistem informasi Rumah Sakit Hasil: Dari 110 pasien yang masuk dalam populasi penelitian, 61 (54,45%) pasien mendapatkan kemoterapi kombinasi FAC dan 49 (44,55%) pasien mendapatkan kemoterapi kombinasi yang mengandung obat-obat golongan taxan. rata-rata usia pasien kanker payudara stadium awal yang mendapat kemoterapi kombinasi FAC maupun taxan selama periode penelitian adalah 47,76 ± 9,18 tahun, Sumber pembiayaan pengobatan pasien kelompok FAC lebih banyak (50,8%) di biayai oleh asuransi kesehatan, namun pada kelompok taxan sebagian besar pasien (38,8%) membiayai pengobatan kanker dari non-asuransi. Pasien kelompok taxan diketahui bahwa pasien banyak yang sudah pada stadium IIB (53,1%) saja, namun pada kelompok pasien yang mendapat FAC sebagian besar pasien telah berada pada stadium IIA dan IIB (32,8%). Pemeriksaan imunohistokimia memberikan gambaran bahwa sebagian besar pasien mempunyai status reseptor estrogen, progesteron maupun p53 negatif. Pasien kelompok taxan mempunyai intermediate outcome yang lebih buruk daripada kelompok FAC dalam hal lama rawat di RS yang lebih lama, kelengkapan jumlah siklus yang lebih rendah, serta profil survival yang lebih buruk baik untuk tiap stadium kanker maupun kelompok usia, sedangkan untuk ketepatan dalam menjalani siklus kemoterapi, pasien kelompok taxan lebih tepat dalam menjalani jadwal siklus kemoterapi.

Background: Cancer is an important problem in health and economics. It caused by high morbidity and mortality rate, bad prognosys and chemotherapy resistance which cause the number of cancer patient increase annually. Appropriate selection of combination chemotherapy has an important role to outcome therapy in breast cancer patient. One of the recommended combination chemotherapy for early stage breast cancer are antracyclin and taxan based. Objective: the research puspose is to find out the cost of treatment differences in early stage breast cancer whose get combination chemotherapy FAC and taxan based. Methods: the method of this research is observational analytic study with cross sectional design and the data collection method is retrospective to medical records and hospital information systems. Results: From 110 patients who is included in research population, 61 (54.45%) patient get FAC combination and 49 (44.55%) patient get taxan based combination. Mean of patient age is 47,76 years old. Cost of treatment of patient with FAC combination is paid by insurance (50,8) but patient with taxan based chemotherapy is paid by non-insurance (38,8). Most patient with taxan based combination is on stage IIB (53,1%) at the first diagnosed, but most of patient with FAC combination is on stage IIA and IIB (32.8%). The results of immunohistichemical examination is said that most of patient has negative estrogen receptor, progesterone receptor and p53 protein. Patient with taxan based combination chemotherapy has worse intermediate outcome than FAC combination. It seen at longer length of stay, lower in completed chemotherapy cycle and worse survival profile for each breast cancer stage and age. Patient with taxan combination has a higher compliance in chemotherapy schedule. Conclusion: Cost of treatment in breast cancer patient with taxan based chemotherapy combination is almost three times higher than patient with FAC combination buat patient with taxan combination has a worse intermediate outcome than patient with FAC combination.

Kata Kunci : Biaya pengobatan pasien kanker payudara kelompok taxan hampir tiga kali lebih tinggi daripada kelompok FAC. Pasien yang mendapatkan kemoterapi golongan taxan mempunyai profil outcome yang lebih buruk daripada kelompok FAC.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.