KOVARIASI SPASIAL HUBUNGAN PENUTUPAN VEGETASI DENGAN RESESI ALIRAN DASAR DI PULAU BALI
Muchamad Saparis Soedarjanto, Prof. Dr. rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc.
2011 | Disertasi | S3 GeografiKajian tentang peran kombinatif dari penutupan vegetasi dan berbagai aspek fisik dari DAS terhadap kondisi aliran dasar diperlukan terkait dengan kontroversi mengenai hubungan antara vegetasi dan sifat aliran. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mempelajari peran hidrologis dari vegetasi dalam mempengaruhi tampungan air tanah yang direpresentasikan oleh aliran dasar; (2) untuk mempelajari pengaruh penutupan vegetasi terhadap karakteristik aliran dasar dari DAS dan keterkaitannya dengan morfometri, jenis batuan dan jenis tanah; dan (3) untuk mengidentifikasi kovariasi spasial aliran dasar pada beberapa DAS dengan kondisi yang bervariasi mengenai penutupan vegetasi, morfometri DAS, jenis batuan dan jenis tanah. Metode pengumpulan data lapangan dan analisis laboratorium diterapkan untuk mencapai tujuan penelitian. Survei lapangan digunakan untuk memperoleh data debit tahunan dan laju infiltrasi tanah. Metode filter digital digunakan untuk memisahkan aliran dasar dari total limpasan. Analisis secara digital penginderaan jauh digunakan untuk memperoleh indeks kerapatan tajuk. Analisis statistik digunakan untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) semakin tinggi tingkat kerapatan tajuk menyebabkan peningkatan penyerapan air tanah, sehingga mendorong dayaguna peranan vegetasi sebagai sistem pompa yang selanjutnya ditransformasikan menjadi uap air melalui mekanisme transpirasi; (2) pengaruh vegetasi terhadap ketersediaan tampungan air tanah tidak bersifat tunggal, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya, yaitu kerapatan aliran (Dd) dan infiltrasi tanah (IR); (3) terdapat kesesuaian variasi spasial antara tingkat kerapatan penutupan tajuk (KT), jenis batuan dan resesi aliran dasar BCr). Hubungan antar variabel ditunjukkan dengan persamaan regresi linier: BCr = 1,094 – 0,016 Dd + 0,003 IR – 0,338 KT and R 2 = 0,786. Kombinasi analisis cluster dan spasial dalam menilai peran jenis batuan menunjukkan bahwa permeabilitas batuan yang tinggi menyebabkan tingginya nilai BCr. DAS-DAS dengan nilai BCr yang rendah memiliki kerapatan tajuk yang rendah dan permeabilitas batuan yang tinggi. Ada kovariasi spasial antara penutupan tajuk, jenis batuan dan resesi aliran dasar.
Studies of the role of combined vegative cover and various physical aspects of watershed on baseflow condition is required to address the controversy of inter-correlation between vegetation and hydrological properties. The objectives of the research are (1) to study the hydrological role of vegetation in affecting groundwater storage represented by baseflow; (2) to study the influence of vegetative cover to baseflow characteristic of watershed and their connection with watershed morphometry, rock type and soil type; and (3) to identify baseflow spatial co-variation in several watersheds with various conditions on vegetative cover, watershed morphometry, rock type and soil type Several methods of field data collections and laboratory analysis were applied to achieve the research objectives. Field survey is used to derive yearly discharge data and soil infiltration rate. The digital filter method is applied to separate baseflow from total runoff. The remote sensing digital analysis is promoted to derive canopy density index. Statistical analysis was used to assess the correlation among variables. The results of the research show that: (1) dense canopy cover causes the increment of groundwater absorption, therefore generates vegetation role as a pumping system and then be transformed become vapour through transpiration mechanism; (2) vegetative influence to groundwater storage is not single factor, but also affected by others factors, such as Drainage Density (Dd) and soil infiltration capacity (IR) ; (3) there is a spatial co-variation among canopy cover, rock type and baseflow recession (BCr). The correlation among those variables was expressed by a linear regression formula: BCr = 1,094 – 0,016 Dd + 0,003 IR – 0,338 CDI and R 2 = 0,786. Combined cluster analysis and spatial analysis in assessing the role of lithology reveal that high permeability of rock type causes high BCr. Watersheds with low BCr are composed by dense canopy cover and high rock permeability. There is a spatial co-variation among canopy cover, rock type and baseflow recession.
Kata Kunci : penutupan tajuk, aliran dasar, karakteristik DAS