Laporkan Masalah

PERBANDINGAN KEBOCORAN APIKAL PEMAKAIAN SILER BERBAHAN DASAR KALSIUM HIDROKSIDA DAN RESIN MENGGUNAKAN ALAT PREPARASI PROTAPER MANUAL DAN ROTARI

FERRA SOFIANA PRIMASANTI, drg. Triendra Untaru, M.Kes., Sp.KG

2011 | Tesis | S2 Ilmu Konservasi Gigi

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kebocoran apikal pada pemakaian siler berbahan dasar kalsium hidroksida dan resin menggunakan alat preparasi Protaper manual dan rotari. Penelitian ini menggunakan 16 gigi premolar satu mandibula. Gigi-gigi tersebut secara acak dibagi menjadi dua kelompok dan di preparasi menggunakan metode crown down. Kelompok pertama dilakukan preparasi saluran akar menggunakan Protapter rotari dan kelompok kedua menggunakan Protaper manual. Kelompok I dibagi secara acak menjadi 2 kelompok yaitu IA dan IB sedangkan kelompok II juga dibagi secara acak menjadi IIA dan IIB. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 gigi, kemudian gigi-gigi tersebut diisi gutta-percha dengan teknik single cone, yang membedakan kedua kelompok tersebut adalah, kelompok IA dan IIA dilakukan pengisian saluran akar dengan siler berbahan dasar kalsium hidroksida Sealapex (Kerr) dan kelompok IB dan IIB dengan siler berbahan dasar resin TopSeal (Densply). Penetrasi bahan biru metilen 2% dilakukan dengan metode perendaman selama 48 jam. Kebocoran apikal diukur di bawah alat mikroskop stereo setelah gigi dibelah menjadi 2 bagian (mesial dan distal). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebocoran apikal pada pemakaian siler berbahan dasar resin dengan menggunakan alat preparasi saluran akar Protaper rotari terlihat paling kecil. Hasil perhitungan statistik menggunakan Anova dua jalur yang dilanjutkan dengan uji Tukey menunjukan rerata kebocoran yang bermakna (p<0,05).

This study aims to compare the apical leakage by the use of calcium hydroxide and resin based siler using manual and rotary Protaper. This study uses 16 of the mandibular premolars. Teeth were randomly divided into two groups and the crowndown preparation using this method. The first group performed the root canal preparation using rotary Protaper and the second group using the manual. Group I were divided randomly into 2 groups IA and IB, whereas group II also were randomly divided into IIA and IIB. Each group consists of four teeth, the tooth is filled with gutta-percha with a single cone technique, which distinguishes these two groups, groups IA and IIA performed root canal filling with calcium hydroxide-based Siler Sealapex (Kerr) and group IB and IIB by Siler-based resin TopSeal (Densply). The penetration of 2% methylene blue made by soaking for 48 hours. Apical leakage was measured under a stereo microscope after dental tool is divided into 2 sections (mesial and distal). The results of this study showed that apical leakage in Siler usage-based resins using rotary root canal preparation Protaper smallest visible. The results of statistical calculations using Anova two paths followed by the Tukey test showed an average leakage of significance (p <0.05).

Kata Kunci : kebocoran apikal, pengisian saluran akar, siler, Protaper


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.