PENGALAMAN REKREASI, POTENSI OBYEK WISATA DAN TINGKAT PERKEMBANGAN LEMBAGA PENGELOLA OBYEK WISATA ALAM BUMI PERKEMAHAN DAN JALUR PENDAKIAN PALUTUNGAN
Tri Widodo, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli
2011 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenelitian ini dilakukan dengan tujuan menentukan manfaat rekreasi yang diinginkan wisatawan, menentukan hubungan antara manfaat rekreasi tersebut dengan aktifitas rekreasi dan pengaturan yang diinginkan wisatawan, menginventarisasi dan menilai potensi tumbuhan, satwa dan atraksi alam/ buatan, mengetahui keinginan masyarakat sekitar dalam pemberdayaan pengembangan pariwisata alam diwilayahnya dan mengetahui kemampuan sumber daya pengelola pariwisata alam dalam perencanaan, pengembangan dan pengelolaan obyek wisata. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan pengelolaan pariwisata alam sesuai dengan pengalaman rekreasi yang ingin diperoleh wisatawan. Analisis Hierarchical cluster analysis digunakan untuk mengelompokkan wisatawan bumi perkemahan dan pendakian Palutungan kedalam empat tipe berdasarkan manfaat rekreasi yang diinginkan. Kemudian dilakukan uji statistik parametrik atau non parametrik untuk menentukan perbedaan aktivitas, pengalaman/ manfaat rekreasi dan pengaturan diantara keempat tipe wisatawan tersebut. Informasi potensi obyek dan persepsi masyarakat dikaji secara deskriptif untuk mendukung pembahasan pengelolaan bumi perkemahan dan pendakian Palutungan yang dapat dilakukan pengelola. Dan, Institutional Development Framework (IDF) digunakan untuk menentukan tingkat perkembangan lembaga pengelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan terbagi dalam empat kelompok berdasarkan manfaat/pengalaman rekreasi yang diinginkannya. Keempat tipe wisatawan tersebut menunjukkan adanya perbedaan aktifivas dan pengaturan yang diperlukan untuk mencapai manfaat/ pengalaman rekreasi yang diharapkan.Kondisi vegetasi dengan keanekaragaman yang tinggi di sepanjang jalur pendakian dengan atraksi satwa yang dapat ditemui disepanjang perjalanan memberikan informasi pendukung untuk perencanaan pengelolaan berbasiskan pengalaman (Experience Based Management). Keinginan masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan merupakan aset sumberdaya yang dapat dimanfaatkan dalam memberikan berbagai peluang aktivitas dan penyediaan sarana prasarana yang dibutuhkan wisatawan. Perkembangan lembaga pengelola yang masih dalam tahap perkembangan, menunjukkan kedua lembaga pengelola belum efektif dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa pariwisata alam. Prioritas yang harus dilakukan adalah meningkatkan komunikasi dan koordinasi, perencanaan dalam bussines plan, penciptaan budaya kerja, promosi dan pendanaan, guna menghasilkan produk dan jasa pariwisata alam yang bermutu.
This research was conducted with the aim of determining the recreation benefit desired by tourists, identifying relationship between the recreation benefit and recreation activities, and setting desired by tourists, identifying and valuing the potential of flora, fauna, and nature or artificial attractions, identifying local community desire for empowering them in the development of nature tourism, and identifying the ability of nature tourism manager in planning, developing and managing tourism objects. Result of this research hopefully can be used to develop the nature tourism management based on tourism experience that tourist want to gain. Hierarchical cluster analysis is used to classify tourists into four types based on the desired benefits of recreation. Then, the parametric or nonparametric statistics is tested to determine differences in activity, the recreational experience / benefit and arrangements between the four types of tourists. Information of potential objects and local community’s perceptions are examined descriptively to support discussion about what the management can do for developing the Palutungan campground and climbing track. And, the Institutional Development Framework instrument is used to determine the development level of management institutions. Research results show the four types of tourist classification based on the their desired recreation benefit or experience. The four types show the difference in activities and needed arrangement to gain desired recreation benefit or experience. Flora with its high diversity along the climbing track, and fauna’s attraction found along the path give supported information for management planning based on tourism experience (Experience Based Management). Local community’s desire to participate in the management will be resource asset to be involved in giving various activities and providing the facilities needed by tourists. The development of management institutions which is still in the level of developing show that both management institutions are still not effectively using resources to produce the nature tourism products and services. The priority should be done are increasing communication and coordination, planning in business plan, creating work culture, promoting and funding, to produce qualified nature tourism products and services.
Kata Kunci : Bumi perkemahan dan pendakian Palutungan, Experience Based Management, Institutional Development Framework