Laporkan Masalah

PERBEDAAN KEKUATAN GESER PELEKATAN ANTARA MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE PADA WAKTU PENGERASAN BERBEDA DENGAN SEMEN IONOMER KACA KONVENSIONAL DAN MODIFIKASI RESI

MELLISA, drg. Diatri N.R., M.Kes., Ph.D., Sp.KG.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Konservasi Gigi

Penggunaan MTA sebagai bahan kaping pulpa memberikan hasil perawatan yang lebih baik bila dibandingkan dengan kalsium hidroksida. Waktu pengerasan MTA yang lama menjadi faktor pertimbangan dalam melakukan perawatan kaping pulpa satu kali kunjungan. SIK menjadi bahan basis pilihan yang diaplikasi di atas MTA sebelum dilakukan restorasi permanen pada perawatan kaping pulpa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kekuatan geser perlekatan MTA pada waktu pengerasan berbeda, yaitu 45 menit, 3 jam, dan 72 jam, terhadap SIK konvensional dan modifikasi resin. Penelitian ini menggunakan 36 sampel blok resin MTA, yang dibagi menjadi tiga kelompok waktu pengerasan MTA, yaitu 45 menit, 3 jam, dan 72 jam. Kemudian masing-masing kelompok dibagi menjadi dua kelompok, yaitu menggunakan SIK konvensional dan SIK modifikasi resin. Kekuatan geser perlekatan MTA terhadap SIK diuji dan hasilnya dibandingkan menggunakan analisis varian dua jalan. Hasil penelitian menunjukan kekuatan geser perlekatan MTA terhadap SIK lebih rendah bila dibandingkan dengan kekuatan geser perlekatan MTA terhadap SIK modifikasi resin. Perbedaan kekuatan geser perlekatan pada waktu pengerasan MTA 3 jam terhadap SIK modifikasi resin secara bermakna dibandingkan dengan waktu pengerasan lain terhadap SIK konvensional dan modifikasi resin (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa waktu pengerasan MTA 3 jam dengan penempatan SIK modifikasi resin di atas MTA untuk mendapatkan kekuatan perlekatan yang paling baik dalam perawatan kaping pulpa.

The use of MTA as pulp capping material has been shown to provide better results than calcium hydroxide in terms of biocompatibility and dentinal bridge formation. As pulp capping material, MTA has disadvantage since it has long setting time. Recently, GIC become material of choice to be placed over MTA as base under permanent restoration. The aim of this study was to investigate the shear bond strength of MTA with different setting time, i.e., 45 minutes, 3 hours, and 73 hours when it is bound to conventional and resin modified glass ionomer cement. Thirty six MTA specimens were prepared and assigned randomly into 3 groups of different setting time (45 minutes, 3 hours, and 72 hours). Each group was then divided into 2 sub-groups, i.e., conventional and resin modified GIC, which were used as base. The MTA-GIC shear bond strength was measured using universal testing machine (UTM). Data obtained were analyzed using two-way ANOVA with level of significance 95%. MTA, which was bound to conventional GIC, had lower shear bond strength than resin modified GIC. Results showed that significant differences occurred between resin modified GIC, which applied over MTA that had set for 3 hours, and other groups (p < 0.05). It can be concluded that resin modified GIC as base can be placed over MTA that has set for 3 hours since it has the greatest shear bond strength.

Kata Kunci : MTA, SIK konvensional, SIK modifikasi resin, waktu pengerasan, kaping pulpa.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.