PENGARUH PERKEMBANGAN POLITIK, SOSIAL, DAN EKONOMI TERHADAP BARONGAN BLORA (1964-2009)
SLAMET, Prof. Dr. Timbul Haryono, M.Sc.
2011 | Disertasi | S3 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaPenelitian yang berjudul “Pengaruh Perkembangan Politik, Sosial, dan Ekonomi Terhadap Barongan Blora (1964-2009)†ini menggunakan metode kualitatif yang berpayung utama pada pendekatan etnokoreologi, yaitu sistem analisis tari yang memadukan penelitian tekstual dengan penelitian kontekstual. Barongan ini memiliki aspek-aspek yang multilapis, sehingga dalam kajiannya akan melibatkan pula metode, teori, maupun konsep-konsep disiplin lainnya. Penelitian untuk disertasi ini juga menyajikan pembahasan tekstual secara lebih rinci, yaitu dengan melakukan analisis pengaruh perkembangan politik, sosial, dan ekonomi dilihat dari unsur-unsur yang membangun kehidupan dan bentuk Barongan. Studi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa banyak pengaruh yang dimiliki politik, sosial, dan ekonomi dalam membentuk fungsi dan koreografi Barongan. Terwujudnya Barongan sebagai propaganda politik sejak sebelum kemerdekaan sampai saat ini telah memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan Barongan di Blora. Barongan yang terbentuk di Blora tidak hanya memperkenalkan Barongan sebagai seni ritual dalam bentuk arak-arakan yang pada awalnya hanya menampilkan tokoh Barongan dan Gendruwon, namun perubahan sosial dan ekonomi di Blora membentuk perwujudan Barongan menampilkan cerita sebagai lakon yang memunculkan adanya struktur dramatik yang lengkap, dan memperkenalkan pula koreografi tari yang diambil dari gerakgerak kebiasaan petani Blora seperti gebyah, sénggot, geteran, dan dhadhagan. Pertumbuhan Barongan di Blora terbagi atas empat periode yaitu: 1) Barongan Sebelum Kemerdekaan, 2) Barongan 1946-1965 (Orde Lama), 3) Barongan 1966-1998 (Orde Baru), 4) Barongan Era Reformasi-2009. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa Barongan memang berawal dari seni ritual, yang telah mengalami perubahan dan perkembangan di Blora. Kehadiran Barongan tepat pada saat Blora sedang mengalami kebangkitan kembali dalam bidang seni, yaitu pada era Orde Lama dengan propaganda politiknya dan era Orde Baru terkait dengan identitas daerah dalam mencari jati diri tetapi tak lepas dari politik praktis dan propaganda politiknya. Barongan yang memiliki elemen-elemen seni pertunjukan yang sangat lengkap, telah menjadikannya sebagai seni identitas daerah Blora yang dideklarasikan pada tanggal 19 Desember 2009 yaitu Barongan sebagai seni Blora yang disebut dengan Barongan Blora.
The research entitled “The Influence of Social, Political, and Economic Developments on Barongan of Blora from 1964 up to 2009†is qualitative in nature using an ethnochoreology approach, that is, a system of analysis combining a textual research with a contextual one. Barongan has multilayer aspects so that the research uses methods, theories, and concepts of other disciplines. The research presents textual discussion in detail by analyzing the influence of political, social, and economical developments viewed in term of the elements constructing the life and form of Barongan. This research aims at finding out how far the political, social, and economical aspects have influenced over the function and choreography of Barongan. Barongan as a political propaganda before the independence day up to now has greatly influenced over the life of Barongan in Blora. Barongan in Blora was at first a ritual art in the form of a procession which only presented Barongan and Gendruwon characters. The social and economical changes in Blora have an effect on the form of Barongan. Later Barongan presents a story with a complete dramatic structure and introduces a choreography showing a peasant’s movements such as gebyah, sénggot, geteran, and Dhadhagan. The development of Barongan in Blora is divided into four period, namely, 1) Barongan before the independence, 2) Barongan in 1946-1965 (the Old Order), 3) Barongan in 1966-1998 (the New Order), 4) Barongan in Reformation Era until 2009. The result of the research shows that Barongan used to be a ritual art that has undergone a change and development in Blora. Barongan emerged at the time when art was reviving in Blora, firstly at the Old Order with its political propaganda, and secondly at the New Order when each region was trying to find its own identity but it was not separate from action-oriented policy and political propaganda. Having complete elements of performing art, Barongan was declared as the identity of Blora in December 19, 2009 and it was called Barongan Blora.
Kata Kunci : Barongan, réog barangan, seni panggung, seni ritual, politik, sosial, dan ekonomi.