Laporkan Masalah

RELASI SOSIAL EKONOMI DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT (kasus PHBM Perhutani di desa Donorejo, KPH Kedu Selatan)

Triwahyudi Martanto, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Kondisi kemiskinan dan partisipasi masyarakat sekitar hutan masih tetap merupakan perhatian utama dalam pembangunan kehutanan di Indonesia. Pengelolaan hutan di Jawa yang dipangku oleh Perhutani juga diikuti dengan banyaknya rakyat miskin yang hidup di sekitar hutan negara. Melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), Perhutani berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang kondisi sosial ekonomi dan partisipasi peserta PHBM serta mencari penjelasan relasi sosial ekonomi dengan partisipasi masyarakat peserta PHBM di desa Donorejo, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara acak (simple random sampling). Pengumpulan data lewat observasi, wawancara dan dokumentasi. Kajian sosial ekonomi didekati dengan pendapatan perkapita, pengeluaran per kapita, luas lahan milik, luas lahan kelola PHBM, kepemilikan ternak, stratifikasi kemiskinan dan Gini Ratio (GR). Relasi sosial ekonomi dengan partisipasi dihitung lewat uji statistik non parametrik rank spearman correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per kapita per tahun mencapai Rp. 1.744.334 dan pengeluaran per kapita per tahun sebesar Rp. 1.787.862. Sebanyak 63 % peserta PHBM dikategorikan sebagai keluarga miskin, miskin sekali dan paling miskin dan 37 % dikategorikan sebagai cukupan. GR pendapatan, pengeluaran, penguasaan lahan, kepemilikan ternak, perkebunan, kehutanan , peternakan dan pupuk berada pada taraf ketimpangan rendah. Kegiatan dari usaha pertanian dan upah buruh memiliki nilai GR diatas 0,3 yaitu 0,36 dan 0,37 masuk dalam taraf ketimpangan sedang. Untuk partisipasi masyarakat peserta PHBM didapati skor total sebesar 1.038 (kategori sedang). Koefisien korelasi spearman (rs) sebagai berikut : pendapatan (0,74), pengeluaran (0,72), kepemilikan ternak (0,74) dan luas lahan PHBM (0,54). Semakin tinggi pendapatan, pengeluaran, kepemilikan ternak dan luas kepemilikan lahan PHBM maka semakin tinggi partisipasi dan mempunyai hubungan yang kuat. Untuk luas kepemilikan lahan sendiri tidak secara nyata berhubungan dengan partisipasi yang ditandai dengan nilai rs = 0,37.

Conditions of poverty and the participation of forest communities still remains a major concern in forestry development in Indonesia. Forest management in Java is held by Perhutani office also followed by the number of poor people who live around the state forest. Through Collaboration Forest Management System with Community (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat = PHBM), Perhutani trying to improve the welfare of communities around the forest. This study aims to obtain data and information about the socio-economic conditions and participation of PHBM and seek explanations socio-economic relations with the community participation of PHBM participants in Donorejo village, district of Purworejo. This study was used a survey method with random sampling techniques. The collection of data through observation, interviews and documentation. Socioeconomic study is approached with an income per capita, expenditure per capita, land area owned, PHBM land area, ownership of livestock, poverty and the Gini Ratio (GR) stratification. Socio-economic relations with the participation calculated by non parametric statistical tests spearman rank correlation. Results showed that income per capita per year to reach Rp. 1,744,334 and expenditure per capita per year is Rp. 1,787,862. GR reveneu, expenditure, tenure, ownership of cattle, plantation, forestry, farms and fertilizer are at a low level of inequality. Activities of the agriculture business and labor has a value above 0.3 GR namely 0.36 and 0.37 are included in the moderate inequality. The score of community participation of PHBM participant is 1038 (moderate category). For the relation between socio-economic participation by spearman rank correlation test result spearman correlation coefficient (rs) as follows: income (0.74), expenditure (0.72), ownership of livestock (0.74) and PHBM area (0.54). Can be concluded that, the higher the income, expenditure, ownership of livestock and PHBM land holdings, the higher participation and have a strong relationship. For the vast holdings of land itself does not significantly associated with participation characterized by the value of rs = 0.37.

Kata Kunci : gini ratio, partisipasi, korelasi di antara partisipasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.