ANALISIS SPASIAL FAKTOR-FAKTOR RISIKO KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2009
Epilina Inggrioneta Sekeronej, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH.
2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/ELLatar Belakang: Masalah keselamatan lalu lintas jalan saat ini merupakan masalah global yang sudah mendapat perhatian masyarakat internasional. Berdasarkan survey oleh World Bank, negara Indonesia menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan lalu lintas. Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Indonesia dalam 5 (lima) tahun terakhir terus meningkat. Adapun total angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2005-2009 mencapai 24.752 kejadian. Sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Umumnya mereka yang terkena kecelakaan adalah usia produktif, yaitu 15-44 tahun. Pada tahun 2009 jumlah kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Sleman sebanyak 1.590 kejadian yang mengakibatkan baik itu luka ringan (79%), luka berat (20%), dan meninggal dunia (1%). Tujuan: Untuk mengetahui secara spasial hubungan faktor-faktor risiko dengan fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman tahun 2009. Metode: Jenis penelitian observasional (survey), rancangan penelitian cross sectional, dengan mengambil sampel 10% dari total populasi yang diambil secara acak dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil: Uji regresi GeoDa menunjukkan bahwa perilaku (p= 0,001) dan kecepatan kendaraan (p= 0,018) ada hubungannya dengan kecelakaan lalu lintas. Uji logistic regression menunjukkan bahwa jenis kendaraan (p= 0,015) dan jam kejadian (p= 0,011) ada hubungannya dengan kecelakaan lalu lintas, dengan risiko fatal pada kendaraan tidak bermotor (4,72) kali lebih besar dibandingkan kendaraan bermotor, dan jam 18.00-05.59 WIB berisiko fatal (2,82) kali lebih besar dibandingkan jam 06.00-17.59 WIB. Kesimpulan: Risiko fatal akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman dipengaruhi oleh jenis kendaraan tidak bermotor dan pada waktu malam hari, menjelang dini hari.
Background: Road traffic safety issue is presently a global problem receiving attention from international community. Based on the World Bank survey, Indonesia has been the largest contributor to the traffic accident rate. The traffic accident rates in Indonesia has been increasing during the last five years. Total traffic accidents in 2005-2009 were 24,752 incidents. Motorbikes has been the type of vehicle most frequently involved in traffic accident. Those generally involved in the accidents are of productive age, i.e. 15-44 years. In 2009 the number of accidents occurred in Sleman district were 1590 incidents resulting in minor (79%), severe (20%), and fatal injuries (1%). Objective: To identify the spatial relationship of the risk factors if traffic accidents in Sleman district during 2009. Method: The type research is observational, using cross sectional design with 10% total population randomly taken, and using purposive sampling method. Result: GeoDa regression test showed that behavior (p = 0.001) and vehicle speed (p = 0.018) had relationship with traffic accidents. Logistic regression test indicated that the type of vehicle (p = 0.015) and incident hour (p = 0.011) had relationship with traffic accidents, with the fatality risk on non-motorvehicle of (4.72) times greater than motor vehicles, and period of 18.00 pm – 5.59 showing fatality risk of (2.82) times greater than period of 6.00 am to 17:59 pm. Conclusion: The fatality risk of traffic accidents in Sleman district was affected by the type of motor vehicle and occurred at night before dawn.
Kata Kunci : Traffic accidents, cross sectional, Sleman district.