ESTIMASI PENYIMPANAN KARBON PADA SUBSTRAT LUMPUR MANGROVE DI KAWASAN REHABILITASI SUAKA MARGASATWA KARANGGADING LANGKAT TIMUR LAUT III KABUPATEN LANGKAT SUMATERA UTARA
Abed Nego Purba, Dr. Ir. Erny Poedjirahajoe, MP.
2011 | Tesis | S2 Ilmu KehutananMeningkatnya kandungan karbondioksida (CO2) di atmosfer merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan iklim dunia (global climate change). Penambatan karbondioksida melalui berbagai vegetasi hutan, misalnya hutan mangrove diyakini sebagai salah satu upaya penurunan kandungan gas karbondioksida dari atmosfer. Hal ini menjadikan ekosistem hutan mangrove berperan dalam mitigasi (upaya penanganan) perubahan iklim karena mampu mereduksi CO2 melalui mekanisme carbon sequestration, menyerap karbon dari atmosfer dan menyimpannya di dalam kompartemen seperti tegakan pohon, serasah dan materi organik tanah.Kandungan karbon pada substrat mangrove sebagian besar merupakan soil organic carbon yang berasal dari luruhan serasah mangrove yang terdekomposisi oleh bakteri dan jamur serta diikuti oleh proses mineralisasi yang terjadi secara anaerob sehingga mengendap di bawah tegakan mangrove. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kerapatan mangrove, ketebalan substrat lumpur mangrove dan menghitung estimasi penyimpanan karbon pada substrat lumpur mangrove di kawasan rehabilitasi Suaka Margasatwa Karanggading Langkat Timur Laut III. Penelitian dilaksanakan pada tiga lokasi kawasan rehabilitasi berdasarkan tahun penanaman mangrove yaitu di Paluh Cina Mati tahun tanam 2003, Paluh Gantang tahun tanam 2005, dan Sungai Malimbidai tahun tanam 2006. Berdasarkan hasil penelitian, rerata kerapatan mangrove tahun tanam 2003 adalah 7080 individu/hektar, tahun tanam 2005 adalah 7040 individu/hektar dan tahun tanam 2006 adalah 7896 individu/hektar. Rerata teba l lumpur mangrove pada tahun tanam 2003 adalah 119,76 cm, tahun tanam 2005 adalah 99,68 cm dan tahun tanam 2006 adalah 96,50 cm. Kandungan karbon substrat lumpur mangrove pada tahun tanam 2003 sebesar 24.038 tonC atau 480,76 tonC/ha, tahun tanam 2005 adala h sebesar 14.018 tonC atau 280,36 tonC/ha, dan pada tahun tanam 2006 adalah sebesar 25.113 tonC atau 251,13 tonC/ha.
Increasing carbon dioxide (CO2) in the atmosphere is one of the factors which causes global climate change. Carbon dioxide restraining may be done through various forest vegetations, such as mangrove forest is one of the ways for decreasing carbon dioxide (CO2) concentration in atmosphere. It made mangrove forest ecosystem play important role in mitigation of climate change because it is able to reduce CO2 through carbon sequestration mechanism, which absorb carbon from atmosphere and store it in compartments such as tree stand, debris, and soil organic matter. Carbon content in mangrove substrate is soil organic carbon that results from mangrove debris decay decomposed by bacteria and fungi and followed by mineralization process occurring anaerobe that precipitate below mangrove stand. The purpose of this research was to identify mangrove density, mangrove mud substrate thickness and estimation of carbon storage in mangrove mud substrate at rehabilitation area of Karanggading Langkat Timur Laut III reserve. The research was conducted in three sites of the rehabilitation area based on mangrove planting year. Year of mangrove planting 2003 sites in Paluh Cina Mati, year of mangrove planting 2005 sites in Paluh Ga ntang and year of mangrove planting 2006 sites in Sungai Malimbidai. Based on the results, average mangrove density in 2003, 2005 and 2006 planting years was 7080, 7040 and 7896 individuals/hectare, respectively. Moreover, average mangrove mud thickness in 2003, 2005 and 2006 planting year were119.76 cm, 99.68 cm and 96.5 cm, respectively. Meanwhile carbon content in mangrove mud substrate in 2003, 2005 and 2006 planting year were 24,038ton C or 480.76 ton C/ha, 14,018tonC or 280.36 ton C/ha and 25,113 ton C or 251.13 ton C/ha, respectively.
Kata Kunci : Karbon, hutan mangrove, rehabilitasi, substrat lumpur, suaka margasatwa