Laporkan Masalah

SOUTH KOREA'S ODA POLICY AND VISION

Kim seon min, Drs. Purwanto, M.Phil.

2011 | Tesis | S2 Sosiologi minat Studi Pembangunan

Setelah Korea Selatan meraih pengakuan internasional dari berbagai pihak, negara-negara maju mulai menuntut Korea Selatan untuk ikut memikul tanggungjawab yang lebih besar dalam pembangunan internasional. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Korea Selatan kemudian mendirikan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) sebagai organisasi bantuan luar negeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelemahanan dari kebijakan pemerintah Korea Selatan dan mengusulkan sebuah visi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atas literatur, jurnal, dokumen laporan OECD dan sebagainya. Pada dasarnya data yang digunakan adalah data yang diperoleh dalam periode tahun 1950-an hingga 2000-an. Namun demikian, saya memfokuskan perhatian pada periode sepuluh tahun belakangan ini. Aktivitas kebijakan ODA (Official Development Assistance) pemerintah Korea Selatan berlaku untuk seluruh dunia. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, rasio ODA masih tergolong rendah. Oleh karena itu, pemerintah Korea Selatan akan meningkatkannya menjadi sebesar 0,25% dari GNI Korea Selatan pada tahun 2015. Kedua, rencana ODA sebelumnya difokuskan pada Asia. Oleh karena itu, Korea Selatan harus mengembangkan ODA Korea Selatan ke Afrika untuk menjalin kemitraan. Ketiga, pengembangan masyarakat negara Korea Selatan masih terfragmentasi. Hal ini berarti fungsi EDCF & KOICA sangat mirip. Oleh karena itu saya menyarankan agar Korea Selatan terus berupaya memperkuat dan memperluas kemitraan pembangunan global dan juga untuk menciptakan pedoman umum yang dapat digunakan oleh berbagai pihak.

As Korea attained international recognition by hosting, advanced countries demanded that Korea assume larger responsibility for international development. In response, the Korean Government established the Economic Development Cooperation Fund (EDCF) and Korea International Cooperation Agency(KOICA) as foreign aid organizations. This research aims to find out Korean government policy's lack and proposes vision. The research methods use qualitative research with literatures, journals, OECD's review documents and so on. Data basically covers a period from 1950s to 2000s. But I concentrate on ten years period. Research region restrict within Asia countries. This research show that first, ODA ratio is still low. Korean government will be increased to 0.25% of Korea's GNI by 2015. Second, ODA plans was focused on Asia. Korea have to increase it's ODA to Africa for making partnership. Third, Korean development community remains fragmented. That means EDCF & KOICA’s functions are so similar. Korea should make efforts to strengthen and broaden the global development partnership and also to create common guideline that all stakeholders.

Kata Kunci : Korea Selatan, ODA, EDCF, KOICA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.