Laporkan Masalah

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI YOGYAKARTA

ERIK ADITIA ISMAYA, Drs. Suharman, M.Si.

2011 | Tesis | S2 Sosiologi

Pluralitas dan multikulturalisme merupakan realita yang menjadi tantangan besar untuk dihadapi, realitas tersebut dapat menjadi potensi besar karena menambah khasanah dan kekayaan kehidupan, namun juga bisa menjadi persoalan besar manakala antar elemen dalam pluralitas dan multikuturalisme tersebut saling mengedepankan ego dan kemauannya untuk saling menguasai. Oleh karena itu, diperlukan sebuah konstruksi pendidikan mengenai pluralitas dan multikulturalisme. Pendidikan multikultural dalam sistem pendidikan di Indonesia menjadi sebuah keharusan agar peserta didik memiliki kepekaan dalam menghadapi gejala-gejala dan masalah-masalah sosial yang berakar pada perbedaan karena suku, agama, ras, etnis, status sosial, gender, dan tata nilai yang terjadi pada lingkungan masyarakatnya. Pendidikan multikultural harus segera dikenalkan dan dilaksanakan mulai sekarang. Masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana Proses Pendidikan Multikultural di Sekolah-sekolah Menengah Atas di Yogyakarta? Bagaimana Respon Siswa Terhadap Pendidikan Multikultural? Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah SMA Negeri 3 Yogyakarta, SMA 1 Bopkri Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Alasan pemilihan lokasi penelitian karena sekolah-sekolah tersebut dianggap mewakili dan menggambarkan: Keragaman potret pendidikan di Yogyakarta, Potensi pluralitas dan multikulturalitas masyarakat pendidikan di Yogyakarta, Keberadaan kelompok-kelompok sosialkemasyarakatan berdasarkan suku, agama, ras, etnis, dan budaya di Yogyakarta. Hasil penelitian ini adalah, belum ada praktek pendidikan multikultural di tiga sekolah yang diteliti. Praktek pendidikan multikultural tidak dilaksanakan karena tidak ada aturan atau kurikulum khusus yang mengharuskan praktek pendidikan multikultural. Akan tetapi yang terjadi adalah praktek multikulturalisme, dimana praktek multikulturalisme terjadi secara alami karena masing-masing pihak menyadari akan eksistensi orang lain dengan latar belakang suku, agama, etnis, budaya, gender, status sosial, dan tata nilai yang berbeda. Praktek multikulturalisme yang terjadi adalah pembelajaran multikultural yang dilakukan guru serta interaksi sosial dan pergaulan multikultural yang dilakukan siswa dalam lingkungan sekolah. Melalui pembelajaran multikultural guru mampu memberikan pengertian dan pemahaman akan realitas multikultural dalam masyarakat dan bangsa Indonesia, guru juga mempunyai pengetahuan, pengalaman dan sikap yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran multikultural. Pada siswa, hasil pembelajaran multikultural terlihat dari kesadaran multikultural yang dimiliki siswa serta kemampuan untuk berinteraksi dan membangun pergaulan multikultural. Kesadaran multikultural adalah pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia yang multikultur. Kesadaran tersebut terwujud dalam kemampuan siswa dalam berinteraksi dan membangun pergaulan serta dalam mensikapi persoalan-persoalan kemanusiaan, dimana siswa mampu menempatkan diri dan bersedia menolong saudara-saudaranya tanpa memandang latar belakang yang berbeda. Sikap dan perilaku siswa tersebut merupakan wujud nyata hasil pendidikan multikultural yang diharapkan.

Pluralitas and multiculturalism represent realita becoming big challenge to be faced of life, the reality can become big potency because adding treasure and properties of life, but also can become big problem if between elements of life in and pluralitas and multiculturalism placing forward each other ego and willingness to mastering each other. Therefore, needed a education construction concerning pluralitas and multiculturalism. Multicultural education in educational system in Indonesia become a compulsion in order educative participant have sensitivity in face of social problems and symptoms which take root at difference of ethnic group, religion, race, ethnic, social status, gender and arrange value that happened at its society environment. Multicultural education have to immediately defined and executed from now on. Research problem is: how education multicultural process at senior high schools in Yogyakarta? How student respon toward multicultural education? In this research, selected qualitative-quantitative research method. Research location is in SMA Negeri 3 Yogyakarta, SMA 1 Bopkri Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Reason of location choice of research because the schools assumed to deputize and depict: variety education picture in Yogyakarta, potency of pluralitas and multiculturalitas education society in Yogyakarta and existence of social-society groups pursuant on ethnic group, religion, race, ethnic, social status, gender and value order in Yogyakarta. Result of this research is: there is no multicultural education practice in three school accurate school. Multicultural education practice not be executed for no special curriculum or order which oblige multicultural education practice. However that happened is multiculturalism practice, where multiculturalism practice happened naturally because each of conscious of others with tribe background, religion, ethnical, culture and arrange different value. Multiculturalism practice that happened study of multicultural which learn and social interaction and assocciation of multicultural student in school environment. Through study of teacher multikultural can give congeniality and understanding of reality of multikultural in Indonesian nation and society, teacher also have knowledge, correct attitude and experience in executing study of multicultural. At student, result of multicultural learn seen from multicultural consciousness had by student and also ability for have interaction and to build multicultural assocciation. Multiculturalism awareness is knowledge and understanding of student to condition of Indonesian nation and society which multiculture. The awareness in ability of student for have interaction and to build multicultural assocciation and also in human problems attitude, where student can place where is student can put their self and ready to help its yous without reference to different background.

Kata Kunci : Pendidikan, Multikultural


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.