ANALYSIS OF IDLE CASH UTILIZATION IN GENERAL DIRECTORATE OF TREASURY MINISTRY OF FINANCE
Pramadhi Yudha Komara, Dr. Suad Husnan, MBA
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenIndonesian state budget is always deficit every year. Government has conducted several ways to handle that problem such as privatization of state owned enterprises, selling government assets, borrowing from international financial institutions, and selling government securities. However started from 2010, government has been commencing a new effort to overcome deficit in state budget by investing the idle cash. It emerges as a part of integrated cash management implemented by government. There are four investment instruments that government can perform related to the idle cash utilization which are placing the fund in central bank and commercial bank, buying government bond in secondary market, and reverse repo transaction. Government had only invested the idle cash in the two first mentioned instruments throughout 2010. This research is aimed to find out the ideal composition of investment instrument providing optimum rate of return if government carry out all permitted instrument. The research concludes that the ideal composition of instruments in idle cash investment consist of two unimplemented instruments which are buying government bond in secondary market and reverse repo transaction. Hence government had opportunity cost from ongoing investment.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia selalu mengalami defisit setiap tahunnya. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah melakukan beberapa upaya diantaranya dengan melakukan privatisasi atas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan menjual asset-aset negara, meminjam dari lembaga keuangan internasional, dan menjual surat berharga pemerintah. Di tahun 2010, pemerintah telah memulai suatu usaha baru untuk membantu mengatasi masalah defisit anggaran dengan cara melakukan menginvestasikan idle cash. Idle cash itu sendiri timbul sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari management cash yang dilakukan oleh pemerintah. Terdapat 4 instrument investasi yang dapat dilakukan oleh pemerintah terkait dengan pemanfaatan idle cash yaitu penempatan dana di Bank Indonesia (BI) dan bank umum, pembelian surat berharga pemerintah di pasar sekunder dan transaksi reverse repo. Di tahun 2010, pemerintah baru menginvestasikan idle cash-nya pada dua jenis instrumen investasi yang disebutkan di awal yaitu di BI dan bank umum. Penelitian ini bermaksud untuk menilai komposisi investasi ideal yang dapat memberikan tingkat pengembalian optimal apabila pemerintah melaksanakan semua investasi yang diperkenankan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa komposisi yang ideal justru terdiri dari dua jenis investasi yang belum dilakukan oleh pemerintah yaitu pembelian surat berharga pemerintah di pasar sekunder dan transaksi reverse repo. Hal ini mengakibatkan pemerintah menanggung opportunity cost atas investasi yang dilakukannya selama ini.
Kata Kunci : Idle cash, investment, central bank, commercial bank, government bond, reverse repo.