Analisis Pengaruh Perbaikan Proses Bisnis Persetujuan Proyek Terhadap Risiko Operasional Pada Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi
Nurwahidi, Dr. Erni Ekawati, MBA
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenUntuk mengelola sumber daya minyak dan gas yang dimiliki oleh Negara, Pemerintah Indonesia melakukan kontrak dengan beberapa perusahaan minyak dan gas yang disebut Kontrak Kerja Sama dalam bentuk kontrak bagi hasil produksi. Pelaksanaan dari Kontrak Kerja Sama diawasi dan dikendalikan oleh BPMIGAS (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) yang bertanggungjawab untuk memastikan pengelolaan minyak dan gas bumi oleh perusahaan akan memberikan pendapatan yang maksimal bagi Negara. Setiap kegiatan perusahaan minyak dan gas bumi harus disetujui oleh BPMIGAS sebelum dilaksanakan. Proses bisnis persetujuan proyek dalam Work Program & Budget (WP&B) dan Authorization for Expenditure (AFE) merupakan salah satu cara BPMIGAS melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan pelaksanaan proyek di perusahaan minyak dan gas. Risiko operasional yang sangat mungkin terjadi di BPMIGAS adalah kegagalan proses internal pada pelaksanaan proses bisnis persetujuan proyek dalam WP&B dan AFE sehingga pemberian persetujuan proyek dalam WP&B dan AFE ke KKKS belum mencapai target waktu yang ditentukan. Hal tersebut dapat menyebabkan penundaan proyek sehingga berpotensi terjadi kerugian. Untuk mengatasi masalah risiko operasional di BPMIGAS, maka akan dilakukan penelitian tentang upaya perbaikan proses bisnis persetujuan proyek agar risiko operasional di BPMIGAS dapat diminimalkan.
To manange its hydrocarbon resources the government of Indonesia issues contracts with numbers of oil companies, called Production Sharing Contract. The implementation of these contracts were managed dan supervised by BPMIGAS who is responsible to ensure the effectiveness to maximize the benefit for the nation of Indonesia. Oil & gas companies activities shoud be approved by BPMIGAS prior execution. Business process of project approval in Work Program & Budget (WP&B) and Authorization for Expenditure (AFE) are tools of BPMIGAS in manage and supervise oil & gas companies activities. Potential operational risk in BPMIGAS is internal process failure to implement business process of project approval which could delay project execution. This research will develop new business process of project approval to reduce operational risk in BPMIGAS.
Kata Kunci : Proses Bisnis, Risiko Operasional, Industri Hulu Minyak & Gas Bumi