Analisis Strategi Pendirian SBU Pengolahan Konsentrat Tembaga Dalam Rangka Optimalisasi Investasi Pertambangan (Studi kasus PT Newmont Nusa Tenggara)
Katisna Ari Perbawa, Amin Wibowo, M.B.A., Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendirian SBU pengolahan konsentrat tembaga di PT Newmont Nusa Tenggara sehingga akan dapat memberikan masukan bagi perusahaan dalam rencana pendirian SBU khusus pengolahan konsentrat tembaga pada wilayah kerjanya. PT Newmont Nusa Tenggara adalah perusahaan pertambangan tembaga dan emas yang beroperasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perusahaan ini terikat kontrak kerja dengan pemerintah untuk mengusahakan bahan galian tembaga dan emas serta mulai berproduksi tahun 2000. Sesuai Undang-undang No. 4 tahun 2009, perusahaan diwajibkan melakukan pengolahan dan pemurnian logam di dalam negeri. Untuk memenuhi hal tersebut perlu dilakukan penelitian mengenai faktorfaktor eksternal dan internal yang mempengaruhi, sehingga optimalisasi investasi dalam bidang pertambangan akan dapat tercapai. Indikator tercapainya optimalisasi investasi pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara adalah SBU yang akan dibentuk harus dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis kualitatif lingkungan perusahaan mempergunakan PEST dan analisis kualitatif internal perusahaan mempergunakan KSF dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan perusahaan berdasarkan PEST mendukung pendirian SBU karena dukungan Pemerintah pada kegiatan pertambangan, perekonomian Indonesia yang terus mengalami peningkatan, tersedianya tenaga kerja terampil dan teknologi peleburan tembaga telah dikenal di Indonesia. Hasil analisis KSF menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai kemampuan untuk melakukan penambangan sekaligus mengolah bijih tembaga menjadi logam tembaga. Hasil analisa SWOT menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan dalam hal cadangan tembaga, management, dan infrastruktur. Sedangkan kelemahannya adalah perkiraan biaya peleburan yang lebih tinggi dibandingkan peleburan di smelter lain, dan pengelolaan asam sulfat. Peluang dalam pendirian SBU adalah kebutuhan asam sulfat di dalam negeri dan peningkatan perekonomian dunia yang mempengaruhi peningkatan permintaan logam tembaga. Ancaman dalam pendirian SBU adalah adanya penurunan pendapatan karena penurunan harga asam sulfat dan rencana pendirian PT Nusantara Smelting di Bontang. Berdasarkan aspek-aspek dalam SWOT dapat diidentifikasi bahwa industri ini tidak menarik, karena dalam bisnis strategik yang merupakan program jangka panjang, SBU tidak dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.
This study endeavor to analyze the strategy of the establishment of the SBU processing copper concentrates in PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), therefore this study will be able to provide input for the company to arrange the establishment of SBU specialty on processing copper concentrate. PT NNT is a copper and gold mining company operating in Nusa Tenggara Barat Province. PT NNT is bound by employment contracts with the government in order to seek copper and gold minerals and began production in 2000. In accordance with Law No. 4 of 2009, companies are obliged to perform processing and refining of metal in the country. To meet this assignment, needs to be study on factors that affecting the external and internal matter for PT NNT, subsequently the optimization of investment in the mining sector would be achieved. Achievement indicator of the optimization is the SBU should be established to provide long term benefits. The analytical tool to apply in this research is a PEST qualitative analysis for PT NNT external environments and KSF and SWOT qualitative analysis for internal matters. The results showed that external factors support the establishment of SBU based on PEST analysis, because: a) support from the Government on mining activities, b) Indonesian economy that continues to increase, c) availability of trained manpower and d) technology of copper smelting has been known in Indonesia. KSF analyses indicate that the company has the ability to mine and processing copper ore into copper metal. The SWOT analysis reveals that the company has strength in terms of copper reserves, management, and infrastructure. While the drawback is the estimated cost of smelting is higher than the cost at other smelters in the world, and the sulfuric acid storage management. Opportunities in the establishment of the SBU are the need for sulfuric acid in the country and improving the world economy affecting the copper metal demand. Threats in the establishment of the SBU are a decrease in revenue due to falling prices of sulfuric acid and the plan to initiate a new smelting company called PT Nusantara Smelting in Bontang. Based on aspects of the SWOT analysis can be identified that the industry is not attractive, because SBU as the strategic long-term program, it can’t provide sustainable added value for the company.
Kata Kunci : strategi, tembaga, pertambangan, pengolahan, pemurnian, SBU, PEST, KSF, SWOT.