Model Return: ROE atau EVA yang berperan sebagai pemrediksi yang terbaik
Judo Triatmojo, Sukmawati Sukamulja, Prof., Dr., M.M.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenPasar modal merupakan sarana untuk melakukan investasi yaitu memungkinkan para pemodal (investor) untuk melakukan diversifikasi investasi, membentuk portofolio sesuai dengan resiko yang bersedia mereka tanggung dan tingkat keuntungan yang diharapkan dan Dalam melakukan investasi diperlukan informasi yang akurat agar tidak terjebak pada kondisi yang merugikan. Penilaian kinerja suatu perusahaan menggunakan prospektus dan laporan keuangan perusahaan. Ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja sangat beragam dan umumnya, rasio yang digunakan oleh para manajer maupun investor selama ini adalah rasio likuiditas (current ratio, quick ratio), rasio profitabilitas (return on equity, return on assets, return on investment) serta rasio solvabilitas. Salah satu rasio yang sering digunakan oleh para investor adalah ROE (Return on Earning) yang menggambarkan tingkat return yang diperoleh dibandingkan ekuitas yang ada. Alat ukur akuntansi tradisional mempunyai kelemahan yang mengabaikan adanya biaya modal, sehingga sulit untuk mengetahui apakah suatu perusahaan telah menciptakan nilai atau tidak, maka tercetuslah konsep Economic Value Added (EVA) yaitu laba operasi setelah pajak dikurangi dengan biaya modal (cost of capital) dari seluruh modal yang dipergunakan untuk menghasilkan laba. Pada penelitian ini menguji pemrediksi return yang lebih baik antara ROE dan EVA dengan menggunakan data 5 negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura dan Thailand selama 5 tahun dari tahun 2005- 2009. selanjutnya dikaji tentang pemrediksi return ini (ROE dan EVA) dilaksanakan di tiap-tiap negara dan menggunakan data keseluruhan. Langkah terakhir adalah analisis tingkat sensitivitas terhadap kondisi ROE dan EVA negatif dan positif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial, ROE lebih baik sebagai pemrediksi return dibandingkan dengan EVA, kecuali untuk tahun 2006. Selanjutnya dengan mengontrol nilai ROE dan EVA ( negatif dan positif), ROE secara parsial dapat memprediksi return saham, untuk ROE dan EVA bernilai negatif ditunjukkan pada tahun 2008. Sedangkan pada kondisi ROE dan EVA positif ditunjukkan pada setiap tahun, kecuali tahun 2008. Artinya ROE lebih baik berperan sebagai pemrediksi return dibandingkan EVA pada kondisi ROE dan EVA positif. Anomali terjadi untuk data tahun 2008, dimana ROE lebih baik sebagai pemrediksi return pada kondisi ROE dan EVA negatif. Sedangkan pada kondisi ROE dan EVA positif justru tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
The stock market is a means to make an investment that enables investors (investors) to diversify investments, to form a portfolio in accordance with the risks they are willing to bear and the rate of expected return and the investment needed accurate information so as not to get stuck in adverse conditions. Assessment of performance of a company using the company's prospectus and financial statements. Measure used to assess the performance of highly diverse and generally, a ratio that is used by managers and investors has been the liquidity ratio (current ratio, quick ratio), profitability ratios (return on equity, return on assets, return on investment) and the solvency ratio . One ratio that is often used by investors is the ROE (Return on Earning) which describes the rate of return that is obtained compared to the existing equity. Measuring devices have shortcomings of traditional accounting that ignores the cost of capital, making it difficult to know whether a company has created value or not, then tercetuslah concept of Economic Value Added (EVA) that is operating profit after tax less the cost of capital (cost of capital) of all capital used to generate profit. In this research examines a better return pemrediksi between ROE and EVA by using the 5 countries in Southeast Asia, namely Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore and Thailand for 5 years from 2005-2009. further study on this return pemrediksi (ROE and EVA) was conducted in each country and using the overall data. The final step is to analyze the sensitivity of the condition of the ROE and EVA negative and positive. From the results of this study concluded that in partially, ROE is better to predicting return as compared to EVA, except for 2006. Furthermore, by controlling the value of ROE and EVA (negative and positive), ROE is partially able to predict stock returns, ROE and EVA for a negative value indicated in the year 2008. While on the condition of positive ROE and EVA are shown in each year, except in 2008. ROE means better to predicting return than acting as EVA on the ROE and EVA positive. Anomalies happen to the data in 2008, where the ROE is a better to predicting return on condition ROE and EVA negative. While on the condition of positive ROE and EVA would not show a significant effect.
Kata Kunci : Return, Return on Equity (ROE), Economic Value Added (EVA)