Laporkan Masalah

Analisa Struktur Modal Optimal Pada Industri Rokok di Indonesia

Ifan Dwipatria, S.T, Hardo Basuki, Dr., M.Soc.Sc.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Ketika sebuah perusahaan berekspansi, perusahaan akan membutuhkan modal, dan modal tersebut dapat berasal dari hutang maupun ekuitas. Hutang memiliki dua keunggulan penting. Pertama, bunga yang dibayarkan dapat menjadi pengurang pajak, yang selanjutnya akan menurunkan biaya efektif hutang tersebut. Kedua, kreditor akan mendapatkan pengembalian dalam jumlah tetap, sehingga pemegang saham tidak harus membagi keuntungan jika bisnis berjalan dengan sangat baik. Namun, hutang juga memiliki kelemahan. Pertama, semakin tinggi rasio hutang, maka perusahaan tersebut akan semakin beresiko, sehingga semakin tinggi pula biaya dari hutang maupun ekuitasnya. Kedua, jika perusahaan mengalami masamasa sulit dan laba operasi tidak cukup untuk menutupi beban bunga, para pemegang sahamnya akan harus menutupi kekurangan tersebut, dan jika mereka tidak dapat melakukannya maka akan terjadi kebangkrutan. Penilitian ini bertujuan untuk mencari komposisi struktur modal, yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan dengan keterbatasan dan keunggulannya, dengan menggunakan metode WACC sebagai acuan komposisi struktur modal yang optimal guna memaksimalkan nilai perusahaan. Sampel perusahaan yang diteliti adalah perusahaan yang bergerak di Industri manufaktur rokok dan terdaftar sebagai emiten pada Bursa Efek Indonesia. Dipilihnya industri rokok sebagai sampel dalam penilitian ini karena industri tersebut sudah berada dalam tahap matang sehingga komposisi struktur modal yang diambil diharapkan dapat menggambarkan struktur modal yang optimal.

When a company want to expand their business, they will need capital, and this capital could be from debt or self equity. Debt itself has two advantages. First, the interest expense is subject to tax deduction hence it will reduce the final cost. Second, the creditor will receive a fix repayment or interest thus the shareholder don’t have any obligation to share the profit or pay a deviden. In the other hand, debt it self has weakness. First, the higher leverage, the hihger risk may occur and it will end up in higher cost of debt or equity. Second, in the downturn event, when the operating profit is not sufficient to cover the cost of debt, the shareholder will be the one who cover this cost. When the shareholder can’t fulfill this obligation then they will be facing a banckruptcy situation. This research is to figure out the capital structure composition, in the scope of each constrains and advantages, by using WACC model as reference in finding the optimal capital structure in order to maximazing the value of the company. This research is focus in cigarette manufacture company and had been listed in the Indonesia stock exchange. The chosing of this sample based on consideration that the industry had been already in mature stage of the industry life cycle in which they’ve executed the optimum capital structure.

Kata Kunci : Struktur modal optimal, biaya modal tertimbang rata-rata, nilai perusahaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.