STRATEGI PERENCANAAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN RAJA AMPAT
Alfaris Mambraku, S.E., Dr. Wahyu Widayat, M.Ec.
2011 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanSebagai satu kabupaten yang sedang berkembang, Kabupaten Raja Ampat sangat memerlukan sistem pendidikan dasar yang memadai, baik dilihat dari segi jumlah guru, kurikulum, sarana dan prasarana, tingkat partisipasi anak sekolah, proses belajar dan mengajar, kualitas tenaga pengajar, pemberian bantuan biaya pendidikan, keterlibatan kepala sekolah sebagai guru kelas, penempatan guru berdasarkan pendidikan, peranan pengawas, dan lain-lain. Karena itu, perlu diidentifikasi bagaimana strategi pembangunan pendidikan dasar yang perlu dijalankan berdasarkan dimensi kekuatan, peluang, kelemahan, dan ancaman yang dapat ditemukan di pendidikan dasar di Kabupaten Raja Ampat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metoda deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian ini di Kabupaten Raja Ampat. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh lewat studi dokumenter. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Raja Ampat memiliki kekuatan yang potensial diprioritaskan pada pengembangan pendidikan dasar. Skor yang tertinggi dari dimensi SWOT dalam pengembangan pendidikan dasar di Kabupaten Raja Ampat adalah dimensi Peluang (699), disusul dimensi Kekuatan (677), dimensi Ancaman (551), dan dimensi Kelemahan (346). Dari temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, khususnya Dinas P & P, perlu menekankan dimensi S – Kekuatan dan O – Peluang yang mempunyai skor yang paling banyak sebagai dasar perumusan strategi pengembangan pendidikan dasar. Di antara prioritas yang perlu ditekankan adalah pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya tingkat sekolah dasar. Tujuannya adalah supaya Dinas Pendidikan dapat mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) secara lebih optimal sebagaimana telah diterapkan oleh daerah-daerah lain yang lebih maju di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Selain itu, peningkatan SDM ini diarahkan pada penempatan tenaga pendidik dan kependidikan sesuai kebutuhan pendidikan di Kabupaten Raja Ampat. Untuk menunjang peningkatan SDM tersebut, program revitalisasi prasarana dan sarana SD perlu segera dilakukan sesuai dengan tingkat kerusakan. Akhirnya, dalam rangka meningkatkan keterpaduan penyelenggaraan pendidikan dasar di Kabupaten Raja Ampat Dinas Pendidikan perlu meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait untuk menunjang program sekolah.
As a currently developing region, Raja Ampat Regency extremely need the adequate subsector system of elementary education in view of number of teachers, curricula, infrastructure, childen participation level in school attendance, learning and teaching processes, teaching personnel quality, education aid, the involvement of headmaster as a class teacher, the education-based job placement of teacher, the role of school inspection personnel and so on. Therefore, it is necessary to identify strategies for elementary education development that should be done based on the dimensions of strengths, opportunities, weaknesses, and threats that can be found in elementary education subsector in Raja Ampat Regency. This study used a descriptive qualitative method with a case study design. Location of the study was in Raja Ampat Regency. Data used were primary data, i.e. those obtained through interview, and secondary data, i.e. those obtained by a documentary study. The data collected were then analyzed by using a qualitative technique. Result of the study indicates that Raja Ampat Regency had many strengths potentially prioritized for elementary education development. The highest score of SWOT dimensions in elementary education development in Raja Ampat Regency were Opportunities (699), followed by Strengths (677), Threats (551), and Weaknesses (346). From the results, Government of Raja Ampat Regency, particularly Office of Education and Teaching, it is necessary to emphasize the dimensions of Strength and Opportunity with most scores as bases for formulating the strategies of elementary education development. Among priorities necessary to emphasize are the equation and increase of education quality, particularly elementary school level. The purpose is that the Office of Education and Teaching can implement the Education Unit Level Curriculum (Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran - KTSP) in a more optimum manner as applied by other more advanced regions throughout Indonesia, particularly in Java Island. Moreover, the increase of human resources is directed to the placement of teaching and educational personnel with the needs of elementary education in Raja Ampat Regency. To support the human resources improvement, elementary school infrastructure revitalization program is necessary to be done immediately with damage severity. Finally, to increase the integrated elementary education implementation in Raja Ampat Regency, the Office of Education and Teaching should enhance coordination with many related parties to support school programs.
Kata Kunci : Rencana Strategis, Pengembangan, Pendidikan Dasar, SWOT