PERSEPSI DAN SIKAP TIM MEDIS TERHADAP INISIASI MENYUSU DINI PADA SEKSIO SESAREA: PENELITIAN PADA DUA RUMAH SAKIT IBU ANAK SWASTA DI JAKARTA DAN BEKASI
Dian L. Izwar, dr. Ari Probandari, MPH., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Tim medis yang terlibat dalam seksio sesarea merupakan sistem mikro yang mendukung peningkatan mutu layanan di rumah sakit. Dalam konteks Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB), sistem mikro diharapkan dapat memfasilitasi inisiasi menyusu dini (IMD) pada bayi yang baru lahir. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seksio sesarea berkorelasi negatif dengan IMD namun bukan merupakan kontraindikasi IMD. Namun, angka IMD pada seksio sesarea di Indonesia tergolong rendah, yaitu 4,2% pada penelitian di Semarang. Untuk dapat terjadinya IMD dengan optimal, dibutuhkan dukungan dari tim medis. Tujuan: (1) Mengukur insiden IMD pada seksio sesarea di RSIA tempat penelitian. (2) Mengidentifikasi persepsi tim medis terhadap manfaat IMD pada seksio sesarea. (3) Mengidentifikasi persepsi tim medis mengenai protokol IMD pada seksio sesarea. (4) Mengidentifikasi sikap tim medis mengenai kebiasaan-kebiasaan yang ada di rumah sakit yang terkait dengan IMD pada seksio sesarea. (5) Mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh tim medis dalam melaksanakan IMD pada seksio sesarea. Metode: Studi Mixed-method dengan embedded design. Rancangan potong lintang untuk menggali data kuantitatif mengenai insiden IMD pada seksio sesarea, persepsi mengenai manfaat dan protokol IMD pada seksio sesarea serta sikap tim medis mengenai kebiasaankebiasaan yang ada di rumah sakit terkait IMD pada seksio sesarea. Penelitian kualitatif untuk menggali data mengenai kendala tim medis dalam melakukan IMD pada seksio sesarea. Kuesioner diberikan pada seluruh populasi yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesi, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dan perawat yang terlibat dalam seksio sesarea pada dua RSIA swasta di Jakarta dan Bekasi Pengolahan data dilakukan bersamaan, data kuantitatif disajikan dalam bentuk prosentase dan rerata, data kualitatif disajikan dalam bentuk kategori. Hasil: Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2011. Data hasil observasi menunjukkan 99% bayi (N=68) diletakkan di dada ibunya dengan menempelkan mulut bayi ke puting susu ibu setelah bayi lahir. Rerata durasi bayi berada di dada ibu di ruang operasi 9 + 4 menit. Setelah operasi selesai, 76% bayi melanjutkan proses kontak dengan ibunya di ruang pulih dengan rerata durasi 37 + 14 menit. Dari 190 kuesioner yang disebarkan, 81 kuesioner kembali dan 55 dapat diolah lebih lanjut. Rerata skor persepsi terhadap manfaat IMD pada seksio sesarea 4,22 + 0,49, persepsi terhadap protokol IMD pada seksio sesarea 3,98 + 0,56 dan sikap terhadap kebiasaankebiasan di rumah sakit terkait dengan IMD pada seksio sesarea 2,58 + 0,69. Kendala yang dihadapi oleh tim medis dalam melaksanakan IMD pada seksio sesarea adalah kondisi bayi dan atau ibu yang tidak memungkinkan untuk dilakukannya IMD, penolakan oleh ibu, kurangnya kerjasama dari tim medis yang terlibat, kurangnya sosialisasi dan dukungan dari manajemen, kurangnya tenaga dan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan IMD dengan optimal. Kesimpulan: Kontak kulit antara ibu dan bayi dilakukan pada hampir seluruh bayi di ruang operasi namun tidak sesuai dengan tata laksana IMD pada seksio sesarea. Persepsi tim medis terhadap manfaat IMD dan protokol IMD pada seksio sesara baik dan sebagian besar responden tidak setuju dengan kebiasaan yang selama ini dilakukan di RSIA terkait IMD. Kendala yang muncul sebagian besar disebabkan oleh belum tersosialisasinya kebijakan mengenai IMD pada seksio sesarea dan belum adanya komitmen tim medis sebagai sebuah sistem mikro untuk memberikan layananan IMD pada bayi yang lahir melalui seksio sesarea.
Cesarean section team is one of the microsystem that support the improvement of healthcare service in the hospital. In Baby Friendly Hospital Initiatives (BFHI), this microsystem supposes to perform early breastfeeding for the baby born by cesarean section. In fact, incidence of early breastfeeding in cesarean section in Indonesia is low, only 4.2% in Semarang. Studies show that cesarean section is negatively correlated with early breastfeeding but cesarean section is not contraindication for early breastfeeding. Support from the cesarean section team is needed in order to perform early breastfeeding in the operation theater. Objectives: (1) To measure the incidence of early breastfeeding in cesarean section. (2) To identify the perception of cesarean section team about the benefit of early breastfeeding in cesarean section. (3). To identify the perception of cesarean section team about the protocol of early breastfeeding in cesarean section. (4) To identify the attitude of health care professionals toward hospital practices regarding early breastfeeding in cesarean section. (5) To identify the barriers of early breastfeeding in cesarean section. Methods: Mixed-method with embedded design. Cross sectional design to identify incidence of early breastfeeding in cesarean section, the perception of cesarean section team about the benefit and protocol of early breastfeeding in cesarean section and their attitude toward hospital practices regarding early breastfeeding in cesarean section. Qualitative design for obtaining barriers of early breastfeeding in cesarean section. Sample is all cesarean section team involved in early breastfeeding in cesarean section in 2 private maternity hospitals in Jakarta and Bekasi, and minimum 62 babies born within 2 month research period is being observed. Result: Research was conducted from March to May, 2011 in two private maternity hospital in Jakarta and Bekasi. Skin to skin contact were observed in 99% babies (N=68) with average duration of 9 + 4 minutes. All babies were positioned in their mother nipples. From 81 returned likert scale questioners, 55 are valid to be analyzed. Average perception of cesarean section team about the benefit of early breastfeeding in cesarean section is 4.22 + 0.49. Average perception of cesarean section team about the protocol of early breastfeeding in cesarean section is 3.98 + 0.56. Average attitude of cesarean section team toward hospital practices regarding early breastfeeding in cesarean section 2.58 + 0.69. Barriers to early breastfeeding in cesarean section is contraindication from mother and or baby, mother refusal, lack of team commitment, lack of socialisation and magement support, lack of human resources and time to observe the early breastfeeding for an hour or more. Conclusion: Incidence of early breastfeeding in cesarean section is zero, due to inadequate protocol of early breastfeeding in cesarean section. The perception of benefit and protocol of early breastfeeding in cesarean section is good in all team. Most of the cesarean section team disagree with the hospital practices regarding early breastfeeding in secarean section, but in some items nurses tend to agree with the hospital practices regardless the perception of the right protocol.
Kata Kunci : Inisiasi Menyusu Dini, Seksio Sesarea, Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi, Kebiasaan-kebiasaan di Rumah Sakit, Sikap Tim Medis.