Laporkan Masalah

DAMPAK STATUS BADAN LAYANAN UMUM TERHADAP EFEKTIVITAS DANEFISIENSI PENGADAAN BARANG DAN JASADI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGOROKLATEN

Christina Sri Andayani, Drs. Agastya, MBA, MPM; M. Arifa’i, SE, MM,Akt.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Rumah Sakit BLU adalah suatu satuan kerja pemerintah dapat diizinkan mengelola keuangan dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). PPK-BLU itu sendiri adalah pola pengelolaan keuangan yang memberikan keleluasaan untuk menerapkan praktek – praktek bisnis yang sehat. Fleksibilitas diberikan dalam rangka pelaksanaan anggaran termasuk pengelolaan pendapatan dan belanja, pengelolaan kas dan pengadaan barang/jasa. Pengadaan barang / jasa dilakukan berdasarkan prinsip efisiensi dan ekonomis sesuai praktek bisnis yang sehat serta berdasarkan jenjang nilai yang diatur dalam peraturan menteri keuangan/gubernur/bupati/walikota. Tujuan Penelitian : 1) menjelaskan dampak Badan Layanan Umum dalam perbaikan efektivitas pengadaan barang dan jasa di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, 2) menjelaskan dampak Badan Layanan Umum dalam perbaikan efisiensi pengadaan barang dan jasa di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, 3) menjelaskan kelemahan – kelemahan yang masih terjadi pada pelaksanaan pengadaan barang / jasa setelah rumah sakit menjadi Badan Layanan Umum saat ini. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskripsi dengan rancangan case study explanatory, subyek penelitian yang digunakan adalah para pelaksana pengadaan barang / jasa dan dokumen-dokumen pengadaan. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan check list. Pertanyaan penelitian berbunyi : Badan Layanan Umum memberikan dampak perbaikan efektivitas dan efisiensi pengadaan barang dan jasa di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Hasil Penelitian : Sesuai hasil audit dokumen maupun wawancara kepada para . Soeradpelaksana pengadaan barang / jasa menunjukkan bahwa sebagian besar efektivitas dan efisiensi pengadaan barng / jasa terpenuhi. Saran : 1) membentuk Unit Layanan Pengadaan ( ULP ) yang mengurusi pengadaan barang / jasa, 2) membuat perencanaan yang benar sebelum proses pengadaan dilaksanakan, 3) melatih semua para pelaksana pengadaan barang / jasa, 4) memberikan insentif sesuai hasil kerja dengan mengacu kepada standar biaya umum , 5) melakukan koordinasi setiap bulan untuk memonitor pelaksanaan pengadaan, 6) menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pada setiap kegiatan pengadaan barang / jasa,

Background: Public service institution hospital is a unit of government institution that is allowed to manage finance according to financial management pattern of public service institution (PPKBLU). PPK-BLU is a financial management pattern that gives authority to implement the practice of healthy business. Flexibility is given in efforts to manage budget, including the management of revenue and expenditure, cash and good/service procurement. The procurement is undertaken according to level of amount specified in the decree of the ministry of finance/governor/regent/mayor. Objective: 1) To describe the impact of public service institution in improving the effectiveness of good and service procurement at Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital Klaten; 2) To describe the impact of public service institution in improving efficiency of good and service procurement at Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital Klaten; 3) To describe weaknesses encountered in the practice of good and service procurement of the hospital as a public service institution. Method: The study was descriptive with case study explanatory design. Subject of the study were staff in charge of good/service procurement and documents of procurement. Research instruments consisted of interview guide and check list. Result: The result of document audit and interview with staff of good/service procurement showed that good/service procurement at Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital was generally effective and efficient. Conclusion: 1) The status of public service institution brought impact of improvement in effectiveness and efficiency of good/service procurement at Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital Klaten; 2) There were some weaknesses in the procurement of goods/services at Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital Klaten. Suggestions: There was a need to 1) establish unit of procurement service that managed good/service procurement; 2) make proper planning before the process of procurement; 3) train all staff of good/service procurement; 4) give incentive according to work output that referred to the standard of general cost; 5) conduct monthly coordination to monitor the practice of procurement; 6) compile independent estimated pricelist for every activity of good/service procurement.

Kata Kunci : Badan Layanan Umum, dampak, efektivitas, efisiensi, pengadaan barang / jasa, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.