TIPE BUDAYA ORGANISASI DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KUPANG
ALFIERY LEDA KIO, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH, Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMRLatar belakang: Dinamika lingkungan eksternal rumah sakit yang terus berubah dan penuh kompetisi menghadapkan rumah sakit pada tantangan yang bersifat persaingan menuju persaingan global. Menuntut perubahan manajemen ataupun struktur organisasi yang berpangaruh pula pada budaya organisasi. Namun, perubahan tidak akan memberikan hasil yang optimal tanpa disertai adanya budaya yang kondusif, fleksibel, dan juga sensitif terhadap perbedaan budaya. Rumah Sakit Bhayangkara Kupang merupakan rumah sakit milik kepolisian yang ingin memberikan pelayanan yang bermutu dan profesional dan layanan yang unggul yang tidak di miliki rumah sakit lain. Sehingga manajemen melihat bahwa budaya merupakan salat satu alat strategi yang tepat untuk membentuk keunggulan daya saing, karena budaya yang kuat dapat menumbuhkan komitmen karyawan dalam pencapaian tujuan rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan dan mengidentifikasi Budaya Organisasi di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang saat ini dan yang diharapkan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan dianalisis dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner/Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) yang tersedia serta melakukan penelusuran data sekunder dan data primer dengan melakukan wawancara, dan observasi yang didasarkan pada dimensi-dimensi budaya organisasi berdasarkan Teori Cameron dan Quinn (1999). Hasil : Hasil analisis data yang di gunakan adalah Competing Value Framework untuk menggambarkan jenis budaya organisasi. Dari hasil yang diperoleh secara keseluruhan budaya organisasi saat ini serta yang menjadi harapan dari setiap kelompok yang ada dirumah sakit yaitu kelompok karyawan, perawat, dokter, serta Direksi menunjukan hasil yang sama yaitu didominasi oleh budaya klan, dimana organisasi dipandang sebagai keluarga besar dan orang didalamnya saling bekerjasama sebagai suatu tim serta pemimpin dipandang berperan sebagai mentor atau fasilitator. Kesimpulan : Secara keseluruhan budaya yang nampak saat ini dan harapan kedepannya adalah budaya klan menunjukan bahwa pimpinan serta manajemen telah berhasil mensosialisasikan tujuan, visi, misi, falsafah rumah sakit dengan baik sehingga terdapat kesesuaian antara budaya organisasi yang ada saat ini dengan lingkungan internal tersebut. Rencana pengembangan yang dapat diterapkan oleh manajemen untuk dapat meningkatkan budaya klan adalah dengan pengembangan sumber sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan profesional, serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang kesehatan.
Background: The rapid dynamics of hospital’s external environment and the challenging competition urge hospital to face competitive challenge leading to global competition. In addetion, the management changes as well as the organizational structure provide a significant influence organizational culture. However, this change will give no optimum result without the conducive and flexible culture and the high sensitiveness on cultural distinction. Rumah Sakit Bhayangkara Kupang is a police hospital which offers the high quality and professional service strengthened by other services that other hospitals do not have. Therefore, the hospital management realizes that culture is one of strategies which will be useful to create such competitive quality. This assumption is rooted from the fact that culture grows the employee’s commitment in reaching the goal of hospital. Goal: This research has main purposes to give detail description and elaborated identification about Organizational Culture in Rumah Sakit Bhayangkara Kupang today and in the future. Method: This type of research is descriptive research and analyzed by using quantitative methods as its main instrument. The data gathering is conducted by using questionnaire/Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) and by finding secondary and primary data through interview. Further, the data gathering also employs Cameron and Quinn (1999) theory about the dimension in organizational culture. Result: The data that have been gathered are analyzed by applying Competing Value Framework to describe types of organizational culture. The analysis result shows that organizational culture today and in the future embedded in each group in the hospital such as in employees, nurses, doctors, and chairmen still upholds the clan culture. It means that organization is viewed as one big family in which every people involved in it should help each other as a team and leader is considered as mentor or facilitator. Conclusion: In general, organizational culture existed today and perhaps in few years to come shows the prevailing clan culture. It carries a meaning that hospital’s chairmen and management has successfully employed and socialized the goal, vision. Mission and philosophy of hospital in its entourage. The development plans that might be successfully applied by the management in the attempt to accelerate clan culture are to develop more qualified and professional human resources, and to improve health supporting infrastructures.
Kata Kunci : Budaya organisasi, Rumah sakit kepolisian