HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG RISIKO ABORSI DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP ABORSI DI SMP WILAYAH BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
Suesti, S.Si.T., Prof. dr. Djauhar I., SpA(K)., MPH., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIALatar belakang: Aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Sedangkan risiko aborsi yaitu perdarahan, infeksi, infertilitas, gangguan urologi, sebagian placenta tertinggal, luka pada service uteri, kematian ibu hamil. Aborsi sudah dilakukan beribu-ribu tahun yang lalu, menurut WHO 2/3 dari 75 juta kehamilam yang tidak diinginkan di dunia akan berakhir dengan aborsi sengaja, 20 juta diantaranya melakukan aborsi secara tidak aman. Aborsi tidak aman berkontribusi 13% terhadap angka kematian ibu di dunia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang risiko aborsi dengan sikap remaja terhadap aborsi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan di dukung pendekatan peneitian kualitatif dengan melakukan indeth interview. Ini dilakukan untuk mendiskripsikan hambatan pemilihan sikap remaja tehadap aborsi. Subyek penelitian berjumlah 107 remaja putri SMP Muhammadiyah I Banguntapan . Hasil Penelitian: Prevalensi remaja putri SMP Muhamadiyah I Banguntapan yang mempunyai pengetahuan tinggi mempunyai sikap positip 2,6 kali di banding remaja putri yang mempunyai pengetahuan rendah (RP=2,56; CI 95%=2,56 – 3,92). Dari analisis kualitatif sikap remaja di pengaruhi keagamaan dan budaya. Kesimpulan: Prevalensi remaja putri SMP Muhamadiyah yang mempunyai pengetahuan tinggi akan bersikap positif terhadap aborsi. Pertahankan pencerahan keagamaan dan pemberian informasi tentang risiko aborsi pada remaja di SMP Muhamadiyah I Banguntapan Bantul.
Background. Abortion is deliver of conception before viable. Risk of abortion such as: bleeding, infection, infertility, placenta in situ, mortality pregnancy. Abortion was done an ancient time, according data of WHO(World Organisation Health) 2/3 from 75 million unwanted pregnancy will be end with unsafe abortion about 20%. This way have contribute about 13% to the mother death in the world. Objective : The aim of the study is to explore the relationship between knowledge about the risk of abortion and adolescent attitude to abortion. Method: This is observational study with a cross sectional design using quantitative and qualitative approaches. Qualitatif data are collected by indepth interview. The subjects of the reseatch are 107 student of SMP Muhammadiyah I Banguntapan Bantul. Using sistematic random sampling. Result: The prevalece of adolescent with of Higher knowledge abortion risk than that with positive attitude. Using multi variable analysis, knowledge abortion risk related to adolescent positive attitude as abaut 2,56 times compare with low knowledge (RP=2,56; CI 95% = 2,56 – 3,92). The result of indepth interview are positively attitude influenced by knowledge, religion, and culture. Conclusion: The prevalence adolescent with higher knowedge abortion risk than that of adolescent with positive attitude to abortion.
Kata Kunci : pengetahuan, aborsi, sikap, remaja putri