Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN OLEH LAY HEALTH WORKERS (LHWs) DALAM MENINGKATKAN KESERTAAN SKRINING KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT (IVA) PADA WANITA USIA 25-50 TAHUN DI KABUPATEN SLEMAN

Yuliasti Eka Purnamaningrum, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K)., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIA

Latar Belakang: Kanker leher rahim adalah kanker yang paling sering dijumpai dan menduduki urutan pertama dari seluruh penyakit kanker pada perempuan di negara sedang berkembang. Strategi utama dalam menurunkan kematian akibat kanker adalah dengan melakukan skrining. Saat ini di negara sedang berkembang diperkirakan baru sekitar 5 persen perempuan yang telah melakukan tindakan skrining. Intervensi dalam bentuk pendidikan kesehatan adalah cara yang paling baik untuk meningkatkan kesertaan skrining kanker leher rahim. Lay Health Workers (LHWs, atau pekerja kesehatan awam) adalah seseorang yang menjalankan berbagai fungsi berkaitan dengan pemberian layanan kesehatan melalui pendidikan kesehatan. Skrining kanker leher rahim dengan cara inspeksi visual dengan asam asetat (IVA), yaitu inspeksi visual pada leher rahim setelah aplikasi asam asetat atau asam cuka (3- 5%) sama efektifitasnya dengan pap smear dalam mendeteksi penyakit. Keunggulan skrining ini adalah cukup sederhana, murah, cepat, dan hasil pemeriksaan dapat segera diketahui. Tujuan Penelitian: Diketahuinya efektivitas pendidikan kesehatan oleh Lay Health Workers dalam meningkatkan kesertaan skrining kanker leher rahim dengan metode inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) di Kabupaten Sleman. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan menggunakan rancangan nonrandomized pre-test post-test control group design. Sampel penelitian 120 wanita dengan usia 25-50 tahun di Kecamatan Turi dan Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, paired t-test, independent t-test, chisquare dan logistic regression dengan tingkat kemaknaan p=<0,05, dengan 95% CI. Hasil: Kesertaan skrining kanker leher rahim dengan metode IVA lebih tinggi pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol dengan RR= 1,79 (95% CI= 1,01-3,19). Ada perbedaan peningkatan rerata pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebesar 1 (95% CI= 0,08-1,91) dengan p=0,032. Ada perbedaan peningkatan rerata sikap antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebesar 2,25 (95% CI= 0,79-3,71) dengan p=0,003. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan oleh Lay Health Worker efektif meningkatkan kesertaan skrining kanker leher rahim dengan metode IVA.

Background: Cervical cancer is one of cancers frequently found and sits number one from all cancers found in women in developing countries. Screening is a major strategy in reducing deaths caused by cancer. Currently it is estimated that only about 5% of women have done screening. Health education is the best intervention to increase the participation in cervical cancer screening. Lay Health Worker (LHW) is someone who runs a function related to health service giving through health education. Visual inspection with acetate acid 3-5% (IVA) has the same effectiveness as pap smear in detecting a disease and can be done with smaller amount of logistic and technical barrier. The strength of this screening is that this screening is simple, cheap, and rapid so that the result can be known quickly and training for health workers can easily be done. Objective: To find out effectiveness of health education by lay health workers (LHWs) in increasing the involvement of cervical cancer screening with an IVA method in Sleman District. Method: This was a quasi experimental study using a non randomized pretest posttest control group design. The samples were 120 women aged 25-50 years old in Turi and Sleman Sub District. The data analysis used frequency distribution, paired t-test, independent t-test, chi-square, and logistic regression with significance level p=<0.05 and 95% CI. Result: The involvement of cervical cancer screening with IVA method was higher in the intervention group compared to that in the control group with RR= 1.79 (95% CI= 1.01-3.19). There was a mean difference in increased knowledge between the intervention and the control groups which was 1 (95% CI= 0.08-1.91) with p=0.032 (p<0.05). In addition, there was a mean difference in increased attitude between the intervention and the control groups which was 2.25 (95% CI= 0.79-3.71) with p=0.003 (p<0.05). Conclusion: Health education by LHWs was more effective to increase the involvement of cervical cancer screening with an IVA method.

Kata Kunci : skrining, kanker leher rahim, IVA, pendidikan kesehatan, Lay Health Workers.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.