Laporkan Masalah

PENGORGANISASIAN HOME CARE DI PUSKESMAS PRAMBANAN

Novita Krisnaeni, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA.

2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMPK

Latar belakang: Praktik public health menekankan pentingnya pengelolaan penyakit pada tingkat individu agar terhindar dari masalah yang lebih besar. Tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, ketiadaan dukungan keluarga, dan kerawanan sosial masih merupakan situasi yang dimiliki dari masyarakat. Meski memiliki program perawatan kesehatan masyarakat, pengembangan program home care mendapat perhatian yang rendah baik dari sebagian besar puskesmas dan pemerintah daerah. Penelitian ini berusaha mendokumentasi best practices dan hambatan dalam penyelenggaraan home care baik oleh tenaga pemerintah maupun swasta. Tujuan Penelitian: Penelitian ini ingin membuktikan apakah efisiensi dan efektivitas dari pelaksanaan perkesmas baik pemerintah dan swasta di tingkat komunitas di Prambanan Sleman. Ia secara khusus mengkaji apakah program ini telah menggunakan prinsip keterpaduan layanan dan jaringan kerja sehingga program ini menjadi efisien. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus. Responden adalah pelaksana home care puskesmas dan pengguna home care, bidan praktek swasta, dan kader kesehatan yang tinggal di Desa Sumberharjo. Kurun penelitian ini adalah tahun 2010. Informasi digali dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini menunjukkan beberapa pola home care dari program gizi, kesehatan ibu dan anak, kesehatan jiwa, dan pemberantasan penyakit menular. Home care dirasakan sekali manfaatnya bagi ibu-ibu bersalin yang berasal dari keluarga rawan. Home care memberikan layan konseling hingga pendampingan sehingga ibu sadar dan terbuka menggunakan layanan persalinan yang terlatih. Meski telah memiliki team work dan anjuran kerja sama antar program, pelaksanaan home care masih berbasis program sendiri-sendiri. Home care yang ada ini akan lebih efisien dan efektif jika pengelolaannya didasarkan program manajemen yang memiliki komponen tugas khusus dalam need assesment, proses pemberian layanan yang terpadu sehingga monitoring kasus dapat menjamin ketuntasan masalahnya. Kesimpulan: Pelaksanaan home care dikelola berbasis program-program yang ada di puskesmas. Meski terlaksana dalam skope terbatas, home care memperlihatkan manfaat yang besar dalam kasus-kasus yang ditangani. Agar memperoleh efisien dan efektivitas yang tinggi, penelitian ini merekomendasi pelaksanaan home care yang terpadu pada unit rawat jalan.

Background: Public health practice emphasizes the importance of disease management at the individual level to avoid a bigger public health problems. Staying away from health facilities, lack of family support, and social insecurity remain important community social characteristics around Prambanan Subdistrict. Despite of being one of health center's major six program, this program gains lack of attention both from health centers and local governments.This study sought to document best practices and obstacles in the implementation of home care by government health workers. Objectives: This study wants to learn about the efficiency and effectiveness of community based home care in Prambanan subdistrict of Sleman. It specifically examines whether these programs have used the principle of service integration and networks that are important in public health programs in poorly resource countries. Method: This study uses a case study design. We conducted in depth intervew and 1 focused group discussion to care are care providers, health center program unit coordinators, district health officers, and users of home care, private practice midwives, and voluntary health workers in the village of Sumberharjo. The study reports home care visits in 2010. Results: This study shows home care practices from different units of health center: nutrition, maternal and child health, mental health, and control of infectious diseases. The cases analyzed for this study shows that home care was very helpful for poor mothers from counseling to mentoring to make mothers aware and willing to use professionally trained workers and public health facility. Although team work and cooperation between programs has been encouraged, implementation of home care is still organized through vertical program arrangement. Home care will be more efficient and effective if it is based on management program that enable resource planning that consider needs assessment, service delivery integration, and case monitoring of care continuity. Conclusion: Home care is organized individually by separate vertical programs existing in health center. Although the scope of beneficieries is still limited, home care provides a big advantage for the cases so far handled. To make a better efficiency and effectiveness, the study recommends that home care should be organized on the basis of outpatient clinics and group home visiting so that case reduce operational cost.

Kata Kunci : home care, puskemas, manajemen program, pelibatan jaringan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.