Korelasi antara Kadar Hemoglobin dan Simtom Depresi pada Populasi Usia lanjut di Panti Wredha
MAGHDALENA, dr. Agus Siswanto, SpPD-KPsi.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit DalamAnemia sering terjadi pada usia lanjut (usia lanjut) dengan prevalensi ± 13% pada usia ≥ 70 tahun. Insidensi meningkat dengan bertambahnya usia, terutama usia ≥ 85 tahun. Anemia mengakibatkan penurunan quality of life (QOL) & memfasilitasi perkembangan simtom depresi. Depresi merupakan masalah yang umum pada usia lanjut. Usia lanjut dengan simtom depresi memiliki status kesehatan yang lebih buruk, prevalensi kecacatan yang lebih tinggi, dan komorbid yang lebih berat bahkan peningkatan kematian. Wirasto dan kawan-kawan mendapatkan 56,4 % usia lanjut yang mengalami depresi dari 236 usia lanjut di Yogyakarta pada tahun 2006. Penelitian Wirasto tersebut menyimpulkan bahwa faktor sosiodemografi mengkontribusi 19,2 % pada depresi usia lanjut. Faktor sosiodemografi tersebut adalah tidak menikah, jenis kelamin wanita serta jumlah tanggungan anak. Belum ada penelitian yang menghubungkan anemia dan depresi pada usia lanjut di Indonesia terutama di Yogyakarta. Tujuan primer penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara kadar hemoglobin dengan simtom depresi pada populasi usia lanjut di Panti Wredha. Tujuan sekunder untuk mengetahui faktor selain kadar hemoglobin yang berpengaruh terhadap simtom depresi pada usia lanjut dengan anemia. Data kontinyu disajikan dalam bentuk rerata ± simpangan baku (SB), dan data kategorikal disajikan dengan prosentase. Hubungan antara kadar hemoglobin dan skor depresi pada usia lanjut dengan anemia dinilai dengan uji korelasi Pearson dan ditunjukkan dengan scatterplot. Uji korelasi Spearman digunakan jika distribusi data tidak normal. Multiple linear regression digunakan untuk menilai faktor faktor yang berpengaruh terhadap skor depresi. Perbedaan bermakna secara statistik ditetapkan dengan nilai P < 0,05.
Anemia is common in elderly with prevalence of ± 13% at age ≥ 70 years old. The incidence of anemia is increased with age, especially ≥ 85 years old. Anemia decreases quality of life (QOL) and may facilitate 12% -20% symptoms of depression in elderly. The elderly with depression symptoms have a poorer health status, higher prevalence of disability, and more severe comorbid and even higher mortality. Wirasto et al obtained 56.4% depression of 236 elderly in Yogyakarta. They concluded that sociodemographic factors contributed 19.2% of depressed elderly people consisted of unmarried, female and had dependent family. No previous studies linked between hemoglobin level and depression in the elderly in Indonesia, especially in Yogyakarta. This is a cross sectional study purposed to determine correlation between hemoglobin levels and symptoms of depression in the elderly populations in Panti Wredha. Subjects met inclusion and exclusion criteria were examined for hemoglobin level and were assessed for symptoms of depression using GDS 15 items. Continuous data was presented in the form of mean ± standard deviation (SB), and categorical data was presented by percentage. The relationship between hemoglobin levels and depression scores in elderly with anemia was assessed with Pearson correlation test and shown with scatterplot. Spearman correlation test was used for abnormal distributed data. Multiple linear regression was used to assess other factors that influenced depression scores. Statistically significant differences was determined with the P value < 0.05.
Kata Kunci : Kadar hemoglobin, Anemia, Simtom depresi, GDS 15 item, Usia lanjut