Laporkan Masalah

PENINGKATAN PROCALCITONIN SEBAGAI PREDIKTOR KELUARAN KLINIS PADA PENDERITA SEPSIS DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA

NUNUNG DARTINI WAHYUNINGTYAS, dr. Kismardhani, SpPK(K), MSc.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Patologi Klinik

Insidensi sepsis mempunyai kecenderungan terus meningkat.Laporan di RSUP Dr Sardjito juga menunjukkan peningkatan prevalensi maupun angka kematian yang disebabkan oleh sepsis, sehingga diperlukan marker prognosis untuk memprediksi keluaran klinis pada pasien sepsis.Procalcitonin (PCT) telah dikenal sebagai marker bacterial dan penting untuk menilai beratnya sepsis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan PCT dapat menjadi prediktor keluaran klinis pada sepsis. Penelitian ini menggunakan rancangan prospektif kohort. Dilakukan pengambilan data dasar dan pengambilan spesimen terhadap pasien Bangsal Penyakit Dalam yang memenuhi kriteri inklusi dan eksklusi, untuk penilaian Sequential Organ Failure Assessment (SOFA)score dan pemeriksaan PCT pada hari pertama sejak terdiagnosis sepsis. Pada hari ketiga sejak terdiagnosis sepsis, kembali dilakukan penilaian SOFA scoredan pemeriksaan PCT. Dilakukan pengamatan terhadap pasien sampai hari kesepuluh untuk mengetahui penilaian survival analysis. Penelitian ini melibatkan 50 subyek penelitian, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Rerata kadar PCT pada hari I dan III berturut-turut adalah 5,19±5,83 ng/mL dan 6,37±9,85 ng/mL. Rerata kadar PCT hari I dan hari III pada kelompok SOFA score yang meningkat adalah 5,34±1,74 ng/mL dan 8,85±2,22 ng/mL berturut-turut. Rerata kadar PCT hari I dan hari III pada kelompok SOFA score yang tidak meningkat adalah 5,01±1,17 ng/mL dan 3,86±1,46 ng/mL berturut-turut. Korelasi PCT dengan SOFAscore pada hari I dan III berturut-turut adalah 0,034 (p=0,817) dan 0,754 (p=0,001). Peningkatan PCT berkorelasi positif signifikan dengan peningkatan SOFA score (r=0,693; p=0,001). Proporsi pasien dengan keluaran buruk, yang dinyatakan dengan peningkatan SOFA score, menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok pasien dengan peningkatan kadar PCT dan kelompok pasien tanpa peningkatan kadar PCT (p=0,001). Risiko relatif peningkatan PCT terhadap keluaran buruk yang dinyatakan dengan peningkatan SOFA score sebesar 5,75 (p=0,001). Survival analysis menunjukkan sebanyak 52% pasien survive pada hari ke-10. Pada kelompoknon survive, jumlah yang mengalami peningkatan PCT lebih banyak daripada yang tidak mengalami peningkatan PCT. Risiko relatif ketahanan hidup pasien sampai hari X sebesar 5 (p=0,001).Pada penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan PCT mampu menjadi prediktor keluaran klinis penderita sepsis.

The incidence ofsepsishas atendencyto increase.Report at Dr.Sardjitohospitalalsoshowedan increased prevalenceandmortalitycausedbysepsis, so that a prognostic marker is necessarytopredictthe clinical outcome of patients withsepsis.Procalcitonin(PCT) has beenknownasmarker for bacterial infection and it is importantforassessingseverity ofsepsis. The aim of this study is to know whether increased PCT can be a predictor of clinical outcome in sepsis This study uses a prospective cohort design. Patients entering the Internal ward who meet inclusion and exclusion criterias are examined for the basic data collection. Blood specimen is taken from every patient for the assessment of Sequential Organ Failure Assessment(SOFA)score and examination of PCT on the first day since the diagnosis of sepsis. On the third day since the diagnosis of sepsis, blood specimen is taken again for the assessment of SOFA score and examination of PCT . Patients are observed until the tenth day to determine the assessment of survival analysis. This studyinvolved50subjects who fulfilled inclusion and exclusion criterias. The meanlevels ofPCTondayIandIIIwere 5,19±5,83 ng/mL and 6,37±9,85 ng/mL, respectively. The meanlevels ofPCTondayIandIIIin thegroupwith increased SOFAscorewas5,34±1,74 ng/mL and 8,85±2,22 ng/mL, respectively. The meanlevels ofPCTondayIandIIIin thegroupwithout increased SOFAscore was 5,01±1,17 ng/mL and 3,86±1,46 ng/mL, respectively. The correlation of PCTwith theSOFAscore ondayIandIIIrespectivelywere0,034(p=0,817) and0,754(p =0,001). The increasedPCTpositively correlatedwith theincrease SOFA score(r=0,693; p=0,001). The proportionof patientswithpooroutput, expressedby increased SOFA score, showedsignificant differencesbetweengroups ofpatients withelevated levels ofPCTand thegroupof patientswithoutelevated levels ofPCT(p=0,001). The relative risk of increasedPCTagainstbadoutputexpressedby increased SOFA score was 5,75 (p=0,001). Survivalanalysisshowed52% of patientssurviveatday10. In the group of non survive patients, the number of patients with increased PCT was more than that without increased PCT. Survival analysis for 10 days yielded RR=5 (p=0,001).This study has concludesthatincreased PCTcouldbe apredictor ofclinicaloutput insepsispatients.

Kata Kunci : sepsis-procalcitonin-prediktor keluaran klinis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.