Laporkan Masalah

PROFESIIONALIISME DAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL PADA BIIDAN PRAKTIIK SWASTA ((ANALIISIIS DATA SAKERTII=SURVEI ASPEK KEHIIDUPAN RUMAH TANGGA IINDONESIIA 2007))

Binti Qoniah, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K)., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIA

Latar Belakang: Tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan perawatan sejak antenatal. Bidan praktek swasta seringkali sebagai satusatunya penyedia layanan profesional di daerah miskin dan terpencil yang menawarkan berbagai pelayanan primer, namun seringkali tidak diimbangi dengan perhatian yang cukup dari sektor pemerintah. Hal tersebut bisa membuat lemahnya kualitas layanan klinis dan standar pelayanan secara nasional pada sektor swasta. “Seberapa besar jumlah kunjungan antenatal pada bidan praktek swasta?” Tujuan: Untuk melihat jumlah kunjungan antenatal pada bidan praktek swasta. Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Data yang digunakan adalah data Sakerti=Survey Aspek Kehidupan Rumah Tangga tahun 2007. Sampel penelitian bidan praktek swasta sejumlah 666. Variabel bebas adalah profesionalisme, variabel terikat adalah pemanfaatan bidan praktek swasta dan variabel luar lingkungan tempat tinggal. Analisis yang dilakukan dengan cara analisis univariabel dengan distribusi frekuensi, analisis bivariabel dengan menggunakan uji anova, t test dan chi square serta analisis multivariabel dengan menggunakan regresi linear. Hasil: Ada pengaruh yang bermakna terhadap jumlah kunjungan pasien antenatal setiap minggunya pada bidan praktek swasta yang memiliki pendidikan tinggi minimal D3, berpartisipasi sebagai bidan delima dan masa kerjanya sudah lama, berdasarkan analisis multivariabel pengaruh tersebut pada model 1 sebesar 12% dan pada model 2 meningkat 14% setelah mengontrol variabel lokasi bekerja (desa dan kota). Kesimpulan: Dengan meningkatkan pendidikan, mengikuti pelatihan bidan delima dan melaksanakan praktek dalam waktu minimal 2 tahun dapat memperdalam pengalaman dan skill seorang bidan sehingga bisa memberikan pelayanan yang memuaskan pada pasien dan meningkatkan jumlah kunjungannya.

Background: High incidence of maternal death is closely related to antenatal care. Private midwives are frequently the sole providers of professional health care in poor and isolated areas that offer a wide range of primary cares. However, they are frequently overlooked by the government. Lack of government support results in decreased quality in clinical care and national health care sectors in private sector. “What is the number of antenatal visits in private midwives?” Objective: To find out the number of antenatal visits in private midwives Method: An observational study with cross-sectional design had been conducted. The data used for the study were data of Sakerti (a Survey of Household Life Aspects) in 2007. Samples of the study were 666 private midwives. Independent variable was professionalism; while dependent variables were the use of private midwives and external variables outside the residence. Data were analyzed in univariate way by using frequency distribution, bivariate analysis by using ANOVA, t-test, and chi-square analysis, as well as multivariate analysis by using linier regression. Results: A significant influence on the number of weekly antenatal visits to the private midwives who had an educational level of at least Diploma 3, participating as a delima midwife, and had longer tenure was found. Based on multivariate analysis, the influences were 12% for model 1 and increasing to 14% for model 2 after controlling for workplace setting (rural or urban areas). Conclusion: Increasing educational level, participating in delima training for midwife, and practicing for at least 2 years contribute to the experience and skill of a midwife. Therefore, they can provide satisfactory health care services and increase the number of antenatal visits.

Kata Kunci : Profesionalisme, Pemanfaatan, Pelayanan Antenatal, Bidan praktek swasta.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.