Laporkan Masalah

PENGARUH PERAWATAN MATERNITAS TERHADAP DURASI MENYUSUI DI KOTA BANJARMASIN

Yuniarti, dr. Mei neni Sitaresmi, SpA(K),Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/EL

Latar Belakang: ASI merupakan makanan paling penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak. Namun pemberian ASI eksklusif secara nasional masih rendah yaitu 32% dan sangat jauh dari target nasional yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan sebesar 80%. Faktor kelahiran di rumah sakit dapat menurunkan tingkat menyusui ibu, ibu sering terpisah dari bayi mereka dan susu formula menjadi lebih mudah tersedia. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh perawatan maternitas di rumah sakit terhadap durasi menyusui secara penuh di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah penelitian analitik observasional dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan rancangan kohort prospektif. Subjek penelitian adalah ibu yang bersalin normal di RSUD Ulin dan RSUD Ansyari Saleh di Kota Banjarmasin dan diikuti sampai usia 6 minggu. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel penelitian kuantitatif 124 responden, informan penelitian kualitatif 10 orang dan 2 orang petugas kesehatan. Analisis data kuantitatif terdiri dari analisis bivariabel menggunakan uji chi-square, serta multivariabel menggunakan regresi binomial. Hasil Penelitian: Ibu yang mendapatkan perawatan maternitas yang baik mempengaruhi durasi menyusui secara penuh selama 6 minggu sebesar 1,6 kali lebih besar dibandingkan ibu yang mendapatkan perawatan maternitas yang kurang baik (RR=1,6; 95%CI= 1,29-1,90). Durasi menyusui juga dipengaruhi oleh pendidikan, pengetahuan dan umur ibu serta dukungan suami. Kesimpulan: Ada pengaruh perawatan maternitas terhadap durasi menyusui. Perlu adanya pengawasan pelaksanaan SOP (standar Operasional Prosedur) tentang perawatan maternitas yang diberikan dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI terutama ibu-ibu yang berusia muda.

Background: Breast milk is the most important food to support optimal growth and development in children. But, nationally the coverage of exclusive breastfeeding is still low at 32% and very far from the national target set by the Ministry of Health by 80%. Delivery in hospital can reduce the level of breastfeeding since babies are often separated from their mothers and formula milk becomes more readily available. Objective: To determine the effect of maternity care in the hospital on the duration of full breastfeeding in Banjarmasin Municipality of South Kalimantan. Method: A prospective cohort study complemented with a qualitativestudy was conducted in Ulin and Ansyari Saleh Hospitals in Banjarmasin Municipality. Subject were mothers of normal delivery in Ulin and Ansyari Saleh Hospitals and followed until the infants were 6 weeks of age. Sampling technique used purposive sampling. The sample size was 124 quantitative study respondents and 10 qualitative study informants. The quantitative data analysis consisted of bivariable analysis using chi-square test, and multivariable using binomial regression. Results: Mothers who received good maternity care affected the duration of full breastfeeding for 6 weeks of 1.6 times greater than those who received bad maternity care (RR = 1.6, 95% CI = 1.29 to 1 , 90). The duration of breastfeeding was also influenced by the mothers’ education, knowledge and age as well as husbands’ support. Conclusion: There was the effect of maternity care on the duration of breastfeeding. It is necessary to supervise the implementation of SOP (Standard Operating Procedure) concerning maternity care provided and to increase knowledge about breastfeeding for mothers, especially those in young age.

Kata Kunci : perawatan maternitas, durasi menyusui dan ibu bersalin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.